Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan peresmian dua puskesmas yang dibangun kembali pasca-bencana di Aceh menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan layanan kesehatan agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali memperoleh pelayanan dasar secara optimal.
Budi di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa kedua fasilitas kesehatan tersebut berlokasi di Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, serta wilayah Jambur Lak-Lak, Kabupaten Aceh Tenggara. Keduanya berhasil diselesaikan hanya dalam waktu tiga minggu.
Baca juga: Dinkes: 41 puskesmas di Aceh Timur rusak akibat banjir
“Kami berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun Puskesmas ini dengan sangat cepat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih,” katanya.
Selain pembangunan dan peresmian fasilitas kesehatan, Menkes mengapresiasi dukungan para mitra, PT Pegadaian dan PT Jayamas Medica Industri Tbk, dalam penyediaan alat kesehatan dan perabotan, sehingga kedua Puskesmas dapat segera beroperasi, serta dukungan Yayasan Amanah Bakti Negeri yang memperkuat layanan kesehatan darurat di Aceh.
Bantuan tersebut meliputi tiga unit ambulans, tiga unit motor layanan kesehatan, 35 unit Starlink, 35 genset, serta 35 unit filter air bersih yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Aceh.
“Kami menerima dan menyalurkan bantuan dari Yayasan Amanah Bakti Negeri berupa ambulans dan berbagai sarana pendukung layanan kesehatan. Bantuan ini sangat membantu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di daerah terdampak,” kata Budi.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menekankan perhatian pemerintah terhadap pemulihan hunian tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Kementerian Kesehatan secara berkala melakukan pemantauan agar proses penggantian biaya dan perbaikan rumah nakes dapat segera terealisasi.
Baca juga: Prabowo terima laporan RS, puskesmas di Sumatera mulai beroperasi
Baca juga: Puskesmas darurat Aceh Tenggara ditargetkan rampung sebelum Ramadhan
“Kami rutin memantau setiap dua minggu agar rumah para tenaga kesehatan bisa mendapatkan biaya perbaikan. Harapannya sebelum Ramadhan dan Lebaran, mereka sudah bisa kembali ke rumah, beristirahat dengan nyaman, dan bekerja optimal melayani masyarakat,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi pemerintah daerah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, memastikan layanan kesehatan kembali normal, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan di wilayah rawan bencana.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































