Menhub sebut maklumi sorakan pemudik saat pantauan di Ketapang

3 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menbub) Dudy Purwagandhi mengatakan dirinya memaklumi sorakan pemudik saat peninjauan di Pelabuhan Ketapang, mengingat lamanya antrean kendaraan, sembari menegaskan kunjungannya bertujuan mempercepat penanganan kepadatan jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026.

"Jadi karena kemarin mungkin karena teman-teman pemudik sudah lama menunggu, jadi agak marah mungkin ya, tapi saya juga memahami," kata Menhub ditemui awak media usai pelepasan peserta Mudik Gratis Polri Presisi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu.

Dia menegaskan hal itu ketika awak media mengkonfirmasi terkait sorakan pemudik kepada Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama jajaran saat melakukan peninjauan angkutan Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Ketapang, Banguwanhi, pada Selasa (17/3).

Dudy menjelaskan kunjungannya ke Ketapang bertujuan melanjutkan perjalanan menuju Gilimanuk guna melakukan koordinasi terkait kepadatan yang terjadi di kawasan penyeberangan tersebut.

Baca juga: Menhub: Kendaraan penumpang prioritas menyeberang dari Gilimanuk

Saat tiba di Ketapang, ia melihat secara langsung kondisi antrean kendaraan yang cukup panjang sehingga menjadi perhatian utama dalam upaya penanganan arus penyeberangan menjelang periode padat.

Karena kondisi antrean tersebut, rombongan Kementerian Perhubungan memutuskan tidak menggunakan kendaraan untuk menyeberang dan memilih melanjutkan perjalanan sebagai penumpang pejalan kaki.

Ia menjelaskan penyeberangan sebagai pejalan kaki memungkinkan perjalanan lebih cepat karena tidak terikat antrean kendaraan, sehingga koordinasi dapat segera dilakukan di tujuan berikutnya.

Langkah tersebut diambil agar koordinasi di Gilimanuk dapat segera dilaksanakan guna mengatasi kepadatan yang berpotensi meningkat menjelang Hari Raya Nyepi di wilayah tersebut.

Pewarta: Muhammad Harianto/Nadia Putri Rahmani
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |