Menengok perayaan festival musim semi di rumah warga di Xizang, China

2 hours ago 1

Lhasa (ANTARA) - Senin (16/2) merupakan Malam Tahun Baru Imlek, yang bertepatan dengan Malam Gutu dalam kalender Tibet. Menikmati suasana perayaan tersebut, keluarga Sangs-rgyas membeli perabotan baru dan menyiapkan barang-barang keperluan Tahun Baru, merayakan Festival Musim Semi dan Tahun Baru Tibet pertama mereka setelah pindah ke rumah baru.

Pada 7 Januari tahun lalu, gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang Dingri, lokasi base camp utara dari puncak tertinggi di dunia, Gunung Qomolangma, dan sejumlah wilayah lainnya di daerah tersebut. Kurang dari tiga hari pascagempa, Xizang meluncurkan rencana rekonstruksi pascabencana dan segera memulai pekerjaan rekonstruksi. Pada paruh kedua 2025, keluarga Sangs-rgyas pindah ke rumah baru yang aman dan nyaman. Mari simak selengkapnya melalui rangkaian foto berikut ini!

Drolma Tsering membuat "gutu," sejenis sup berbahan dasar tepung, di rumahnya di Desa Gurum di Chamco, wilayah Dingri, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 16 Februari 2026. "Gu" dalam bahasa Tibet berarti sembilan dan "Tu" berarti pasta. Pada Malam Gutu, seluruh anggota keluarga dan kerabat berkumpul untuk menikmati hidangan itu dan merayakan momen tersebut. (Xinhua/Tenzing Nima Qadhup)
Drolma Tsering membuat "gutu," sejenis sup berbahan dasar tepung, di rumahnya di Desa Gurum di Chamco, wilayah Dingri, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 16 Februari 2026. "Gu" dalam bahasa Tibet berarti sembilan dan "Tu" berarti pasta. Pada Malam Gutu, seluruh anggota keluarga dan kerabat berkumpul untuk menikmati hidangan itu dan merayakan momen tersebut. (Xinhua/Tenzing Nima Qadhup)
Sangs-rgyas memasang bendera nasional China di atap rumahnya di Desa Gurum di Chamco, wilayah Dingri, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 16 Februari 2026. (Xinhua/Tenzing Nima Qadhup)
Drolma Tsering (kanan) dan putrinya, Tenzin Wangmo, membuat "gutu," sejenis sup berbahan dasar tepung, di rumahnya di Desa Gurum di Chamco, wilayah Dingri, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 16 Februari 2026. "Gu" dalam bahasa Tibet berarti sembilan dan "Tu" berarti pasta. Pada Malam Gutu, seluruh anggota keluarga dan kerabat berkumpul untuk menikmati hidangan itu dan merayakan momen tersebut. (Xinhua/Tenzing Nima Qadhup)
Tenzin Wangmo (pertama dari kanan) menyuguhkan teh untuk sang nenek, Tsering Tarchok, di rumahnya di Desa Gurum di Chamco, wilayah Dingri, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 16 Februari 2026. (Xinhua/Tenzing Nima Qadhup)
Desa Gurum di Chamco, wilayah Dingri, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 16 Februari 2026. (Xinhua/Tenzing Nima Qadhup)
Keluarga Sangs-rgyas menonton acara "Gala Festival Musim Semi" (Spring Festival Gala) yang ditayangkan oleh China Central Television di rumah mereka di Desa Gurum di Chamco, wilayah Dingri, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 16 Februari 2026. (Xinhua/Tenzing Nima Qadhup)

Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |