Rupiah melemah seiring ekspektasi suku bunga Fed bertahan lebih tinggi

3 hours ago 1
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak relatif stabil dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini di level Rp16.800-Rp16.950/dolar AS

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat, bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.903 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.894 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan potensi pelemahan rupiah seiring ekspektasi suku bunga AS bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak relatif stabil dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini di level Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari penguatan dolar AS di pasar global, seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Kendati demikian, lanjutnya, pelemahan diperkirakan takkan terlalu dalam karena pelaku pasar domestik masih mencermati langkah stabilisasi otoritas moneter serta kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif terjaga.

Melihat sisi domestik, sentimen utama berasal dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI), stabilitas inflasi, serta arus modal asing di pasar obligasi dan saham.

Permintaan valas dari korporasi untuk kebutuhan impor dan pembayaran kewajiban luar negeri dinilai turut memberikan tekanan jangka pendek.

Namun, surplus neraca perdagangan dan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar menjadi faktor penahan volatilitas rupiah agar tetap terkendali di tengah dinamika global.

Secara keseluruhan, pelaku pasar dalam sepakan ke depan dinyatakan bakal mencermati rilis data ekonomi AS seperti inflasi dan indikator ketenagakerjaan, yang akan mempengaruhi arah kebijakan Federal Reserve dan pergerakan dolar AS.

Perkembangan imbal hasil obligasi AS, sentimen risiko global, serta dinamika harga komoditas turut bakal menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah.

“Kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut berpotensi menjaga rupiah dalam rentang fluktuasi yang moderat, dengan bias pergerakan masih sensitif terhadap arah dolar AS,” kata Taufan.

Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi melemah jadi Rp16.903 per dolar AS

Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi rilis risalah pertemuan The Fed

Baca juga: BI: Modal asing masuk 1,6 miliar dolar AS, bantu stabilkan rupiah

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |