Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro berkomitmen memperkuat pembangunan dari bawah atau dari kebutuhan warga, partisipasi publik serta keberlanjutan lingkungan sebagai bentuk dukungan sehingga Jakarta menjadi kota global yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Penguatan ini tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas hidup, pemerataan manfaat pembangunan, dan daya saing kota secara global,” kata Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan genap satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, arah pembangunan Jakarta menunjukkan penguatan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan warga, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan.
Menurut dia, Jakpro menerjemahkan kebijakan pembangunan tersebut ke dalam proyek-proyek infrastruktur, pengelolaan aset, dan investasi yang terukur dampaknya, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Sepanjang tahun pertama kepemimpinan tersebut, kata Iwan, pembangunan tidak semata dipahami sebagai proses fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
Baca juga: Jakpro: JPO JIS-Ancol dibangun dengan filosofi lokal Betawi
Maka dari itu, dia menuturkan Jakpro berupaya memperkuat pendekatan yang berangkat dari kebutuhan warga, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan, untuk diterapkan ke dalam proyek dan pengelolaan berbagai aset strategis kota.
Mulai dari proyek dan operasional LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, dan Jakarta International Velodrome yang dioptimalkan tidak hanya sebagai infrastruktur kota, tetapi juga ruang interaksi sosial.
Pihaknya pun mendorong keterlibatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja lokal dalam memperkuat konektivitas kawasan yang ramah publik dan mendukung kontribusi terhadap target dekarbonisasi kota.
“Seluruh langkah tersebut diarahkan agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujar iwan.
Lebih lanjut, dia menegaskan setiap inisiatif perusahaan harus memberikan dampak yang nyata dan terukur.
“Kami tidak berhenti pada pembangunan fisik. Aset strategi kota harus hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi warga,” tegas Iwan.
Jakpro, sambung dia, tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan setiap tahapan pembangunan dan pengelolaan dijalankan dengan tata kelola yang kuat dan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi.
“Ini bertujuan agar arah pembangunan kota benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Iwan.
Baca juga: Jakpro proyeksi penumpang LRT Jakarta fase 1B tembus 80 ribu orang
Baca juga: Jakpro dorong LRT Manggarai tekan emisi karbon dan polusi udara
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































