Surabaya (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran terkait untuk memastikan kesiapan operasional angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan selamat di seluruh wilayah provinsi itu.
“Kami hari ini sangat bergembira dan merasa terhormat dapat melakukan rapat koordinasi dengan Ibu Gubernur beserta jajaran, Pangdam, Kapolda, dan seluruh pemangku kepentingan membahas persiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026,” kata Dudy di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat.
Ia menyampaikan, posko angkutan Lebaran akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026 guna mengoptimalkan pengendalian dan pengawasan operasional di lapangan.
"Sejumlah catatan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk penguatan layanan penyeberangan, akan segera ditindaklanjuti dengan penambahan armada kapal serta pengaturan teknis lainnya," ujarnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mengantisipasi potensi kepadatan di titik pasar tumpah, lokasi wisata, serta perlintasan kendaraan angkutan barang berskala nasional.
Terkait Hari Raya Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Dudy mengatakan akan diterapkan sistem penundaan (delaying system) dan penyiapan zona penyangga (buffer zone) di pelabuhan penyeberangan, serta pemberitahuan resmi kepada masyarakat mengenai jadwal penutupan sementara layanan ke Bali.
Ia menambahkan pembatasan angkutan barang diberlakukan pada 13–29 Maret 2026 untuk kendaraan sumbu tiga ke atas, kecuali angkutan bahan pokok.
"Pembatasan dilakukan tanpa melarang operasional sepenuhnya, melainkan pengaturan jadwal dan jenis kendaraan," ujarnya.
Untuk mendistribusikan arus perjalanan, pemerintah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau pengaturan kerja fleksibel pada 16–17 Maret saat arus mudik serta 25–26 Maret saat arus balik, yang telah disetujui Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).
Secara nasional, hasil survei Kemenhub memperkirakan sebanyak 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026, meskipun potensi kenaikan tetap diantisipasi sebagaimana realisasi tahun sebelumnya.
Baca juga: Menhub prediksi sekitar 144 juta orang lakukan mudik Lebaran 2026
"Pengaturan lalu lintas di jalan tol akan dilakukan melalui rekayasa seperti contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap secara terpadu oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama jajaran kepolisian daerah," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan pemerintah daerah membangun sinergi penuh bersama TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan optimal.
“Kita membangun sinergi semaksimal mungkin, sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat, dan membahagiakan,” ujar Khofifah.
Baca juga: Menhub: Anggaran Kemenhub 2026 diprioritaskan infrastruktur dan keselamatan
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































