Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan penanganan intensif mengatasi banjir yang hampir sepekan masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan dan Demak, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, melaporkan bahwa sebanyak 10.061 keluarga dengan 9.736 unit rumah yang terendam banjir di Kabupaten Grobogan sejak 15 Februari.
Hingga saat ini banjir dilaporkan masih merendam wilayah Grobogan, kawasan banjir terparah berada di Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong yang masih dalam penanganan petugas gabungan.
BNPB mengkonfirmasi merespons kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Grobogan menetapkan status tanggap darurat yang berlaku aktif setidaknya hingga 22 Februari 2026 guna mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Sementara itu di Kabupaten Demak, BNPB mencatat sebanyak 8.163 unit rumah terdampak banjir.
Bahkan pemantauan visual tim reaksi cepat BNPB di lapangan menemukan area persawahan di Kebonagung, Plangwetan, dan Tlogosih masih terendam banjir.
BNPB memastikan pendampingan melekat kepada pemerintah daerah untuk membantu mengatasi dampak hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Pendampingan yang dilakukan menurut Abdul, memasifkan upaya perbaikan tanggul yang jebol usai dihantam arus deras air luapan sungai Tuntang dengan mengerahkan sejumlah alat berat menutup titik-titik kerusakan yang menjadi penyebab meluasnya genangan banjir di Demak-Grobogan.
Baca juga: Hujan deras, 9.736 KK pada 45 desa di Grobogan terdampak banjir
Baca juga: BNPB: Banjir Grobogan ganggu jalur KA Jakarta-Surabaya
Baca juga: Tanggul Sungai Cabean Demak jebol akibatkan ratusan rumah kebanjiran
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































