Italia dorong dialog soal Selat Hormuz terus berlanjut

4 hours ago 2

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Antonio Tajani menekankan pentingnya dialog terkait Selat Hormuz dalam pembicaraan melalui telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi.

Tajani mengatakan Araghchi memberikan penjelasan mengenai perundingan antara Iran dan Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal komersial.

"Saya kembali menegaskan pentingnya melanjutkan dialog untuk segera mencapai solusi politik atas krisis ini, termasuk dengan Amerika Serikat, serta mencegah eskalasi lebih lanjut. Menjamin kebebasan penuh navigasi di Selat Hormuz tanpa pungutan maupun pembatasan sangat penting demi stabilitas kawasan dan perekonomian global," tulis Tajani di platform X pada Rabu.

Dia juga menegaskan kembali komitmen Italia untuk berperan dalam mendorong dialog, keamanan, dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Media: Iran sebut perundingan dengan Oman berlangsung positif

Media Iran sebelumnya melaporkan negaranya hampir mencapai kesepahaman dengan Muscat mengenai pembentukan koridor pelayaran baru, dengan syarat Amerika Serikat menghentikan campur tangannya dalam proses perundingan.

Sejumlah pejabat Iran berulang kali menuduh AS berupaya memengaruhi negosiasi dan menunda tercapainya kesepakatan melalui ancaman militer.

Perundingan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang pecah pada 28 Februari setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Iran dan Oman ditugaskan merundingkan pengaturan baru bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz, sementara pembahasan yang lebih luas mengenai implementasi kesepakatan terus berlangsung.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump sebut Selat Hormuz segera dibuka dan ancam Iran jika gagal

Baca juga: CENTCOM klaim telah kawal 1.000 kapal lewati Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |