Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas bola basket 3x3 putri Indonesia Deny Sartika mengatakan para pemainnya akan fokus membenahi ketahanan fisik menuju Asian Games (AG) 2026 Aichi-Nagoya di Jepang, yang diselenggarakan pada 19 September sampai dengan 4 Oktober.
"Selama ini para pemain belum bisa konsisten bermain sampai menit akhir pertandingan karena fisik mereka mengalami penurunan begitu memasuki pertengahan pertandingan," kata Deny di Jakarta, Rabu.
Deny menjelaskan, fokus peningkatan kekuatan fisik itu merupakan bentuk evaluasi dari dua penampilan internasional terakhir yakni saat Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) 3x3 Women's Series di Batam dan Tokyo.
Selain pembenahan fisik, upaya untuk meningkatkan konsentrasi bermain juga menjadi perhatian utama sebab para pemain banyak melakukan kesalahan saat melawan Tim Lion City pada Series Tokyo dan kesalahan tersebut tidak boleh terulang pada pertandingan mendatang.
Baca juga: Perbasi genjot peringkat dunia lewat FIBA 3x3 di Batam
"Para pemain kecolongan di awal-awal pertandingan sehingga berpengaruh pada perjalanan selanjutnya," ujar dia.
Deny menambahkan, untuk meningkatkan dua aspek itu, tim pelatih akan memberikan menu latihan khusus untuk meningkatkan kekuatan fisik serta meningkatkan konsentrasi dengan cara menambah intensitas latihan. Oleh karena itu latihan dengan intensitas tinggi akan dilakukan dalam waktu dekat.
Untuk mengetahui progres latihan, tim pelatih juga telah menyiapkan laga uji coba. Lawan yang dipilih adalah tim putra dengan usia yang memasuki masa kuliah. Harapannya, lanjut dia, lawan bisa memberikan tekanan lebih ke pemain.
Dalam uji coba, tambah dia, para pemain bertanding dengan durasi 2x10 menit. Dengan cara itu, diharapkan para pemain bisa tampil konsisten dalam pertandingan riil yang berdurasi 10 menit.
Baca juga: Halmaheranno optimistis rebut posisi inti timnas 3x3 putra
Baca juga: FIBA Challengers jadi ajang evaluasi persiapan Asian Games
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































