Jakarta (ANTARA) - Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, menyiapkan 800 kotak takjil setiap hari bagi jamaah untuk berbuka puasa selama Ramadhan 1447 Hijriah.
"Tiap harinya selama 30 hari adalah Iftar Jama’i atau berbuka puasa bersama para shoimin (orang yang berpuasa). Kita siapkan sekitar 700 sampai 800 kotak setiap harinya," kata Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Tatang Komara kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Tatang mengatakan, dengan adanya persiapan menyambut Ramadhan mampu membuat jamaah lebih khusyuk beribadah dan mendapatkan wawasan keilmuan.
Rangkaian itu mulai dari pengobatan dan konsultasi gratis, santunan yatim-piatu, bazar takjil dan kajian mengenai isu kekinian.
"Setiap waktu shalat, kami menyiapkan kajian-kajian, baik tematik atau kajian secara kontemporer yang biasa isu-isu kekinian," katanya.
Baca juga: Penumpang MRT Jakarta boleh minum dan makan kurma usai adzan Maghrib
Diharapkan dengan adanya layanan tersebut mampu memberikan kenyamanan jamaah dalam beribadah di Masjid Agung Al-Azhar.
Jamaah memenuhi Masjid Agung Al-Azhar pada hari pertama salat tarawih di Malam 1 Ramadhan 1447 Hijriah.
Penceramah pada malam ini, yakni Ketua Umum YPI Al-Al-Azhar yang membawa tema "Menyapa Jamaah" dan imam shalat, yakni Ketua YPI Al Azhar bidang Dakwah&Sosial KH Zahrudin Sulthan.
Baca juga: Sambut Ramadhan, PPSU Lubang Buaya bersihkan masjid dan mushalla
Kementerian Agama (Kemenag) telah menggelar Sidang Isbat pada Selasa (17/2) dan menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari.
Sidang Isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.
Sidang tersebut diikuti sejumlah perwakilan organisasi keagamaan, ahli astronomi, Komisi VIII DPR serta perwakilan negara sahabat.
Baca juga: Satpol PP awasi miras dan produk kedaluwarsa di Pulau Panggang
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































