Cegah tawuran, patroli rutin diintensifkan selama Ramadhan

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Personel gabungan mengintensifkan patroli rutin untuk mencegah tawuran dan tindak kejahatan lainnya selama Ramadhan 1447 Hijriah di Jakarta Timur, termasuk di Kecamatan Cakung.

"Satgas Anti tawuran setiap hari rutin melakukan monitoring wilayah mulai pukul 16.00 hingga 08.00," kata Camat Cakung, Rohmad di Jakarta, Rabu.

Peningkatan pengawasan wilayahnya juga sebagai upaya mencegah terjadinya tawuran, begal dan tindak kejahatan lainnya di tengah masyarakat.

Dalam sepekan terakhir pihaknya gencar menggelar patroli rutin bersama unsur tiga pilar. Selain itu, posko keamanan terpadu yang tersebar di setiap kelurahan terus diaktifkan untuk memantau situasi wilayah.

Satgas tersebut melibatkan unsur Satpol PP, Linmas, Babinsa/Bhabinkamtibmas, RT, RW, FKDM serta unsur terkait lainnya.

Baca juga: Polisi tangkap tiga orang karena bawa sajam di Jaktim

Setiap hari, kata dia, terdapat sekitar 15 hingga 20 personel gabungan yang berjaga di setiap posko terpadu.

Rohmad mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, khususnya selama Ramadhan dan seterusnya sehingga tidak terjadi lagi kasus tawuran di wilayahnya.

"Mari sama-sama kita jaga suasana kondusif selama Ramadan dan melakukan perbuatan positif," katanya.

Rohmad memastikan dalam satu bulan terakhir tidak ada kasus tawuran di wilayah Penggilingan maupun wilayah lain di Kecamatan Cakung.

"Saat ini sudah ada dua posko terpadu, yakni di dalam kawasan PIK Penggilingan dan di depan Kompleks Perumahan Eramas 2000 RW 08, Pulo Gebang," tegas Rohmad.

Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) mendirikan 27 posko terpadu yang tersebar dalam rangka mendukung Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya sekaligus mencegah tawuran menjelang Ramadhan ini.

Baca juga: Satpol PP awasi miras dan produk kedaluwarsa di Pulau Panggang

Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Jakarta Timur.

Posko-posko ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur, TNI/Polri, Kodim 0505, hingga elemen masyarakat.

Setiap posko terpadu diisi oleh 20 personel yang bersiaga. Dari jumlah tersebut, 10 personel berasal dari unsur Polri, baik dari Polres Metro Jakarta Timur maupun Polda Metro Jaya.

Sementara 10 personel lainnya terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim 0505 Jakarta Timur serta elemen masyarakat di sekitar lokasi posko.

Operasional posko terpadu dilakukan berdasarkan analisa tingkat kerawanan. Posko mulai aktif sejak pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya, waktu yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |