Jakarta (ANTARA) - Penyanyi peraih Grammy, Lizzo, merayakan kemenangan setelah tuduhan penghinaan bentuk tubuh (body shaming) dari gugatan yang diajukan oleh tiga mantan penari latarnya pada tahun 2023 dicabut.
"Tuduhan penghinaan fisik yang dialamatkan kepada saya telah secara resmi dicabut oleh para penuduh saya. Mereka mengakui bahwa tuduhan itu tidak memiliki dasar di pengadilan," kata Lizzo dalam video unggahan di akun Instagram pribadinya @lizzobeeating, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (16/12).
Lizzo menambahkan bahwa tidak ada bukti dirinya memecat ketiganya karena berat badan bertambah, melainkan mereka dipecat karena merekam percakapan pribadinya tanpa izin dan mengirimkannya ke rekan mantan karyawan lainnya.
"Tidak ada bukti bahwa saya memecat mereka karena berat badan mereka naik. Karena itu tidak pernah terjadi. Sekarang kebenaran akhirnya terungkap," ujarnya.
Meskipun tuduhan penghinaan terhadap fisik telah dicabut, kasus lainnya terhadap Lizzo dan perusahaan produksinya akan terus berlanjut terkait klaim bahwa tiga penari latarnya tersebut menjadi korban pelecehan seksual.
Penyanyi bernama asli Melissa Viviane Jefferson itu menegaskan bahwa dia akan terus melawan tuduhan lain yang dialamatkan kepadanya.
"Tuduhan ini telah menghantui saya sejak hari pertama muncul. Sangat menyakitkan untuk menanggung ini dalam diam, tetapi saya membiarkan pengacara saya yang memimpin dan saya sangat bersyukur atas kemenangan ini," tuturnya.
Dia lantas melanjutkan, "Saya masih dalam pertempuran hukum. Saya tidak akan berdamai. Saya akan melawan setiap klaim sampai kebenaran terungkap."
Para penari latar Lizzo yakni Arianna Davis, Crystal Williams, dan Noelle Rodriguez mengajukan gugatan hukum terhadap penyanyi tersebut di Pengadilan Tinggi Wilayah Los Angeles pada tahun 2023.
Mereka mengklaim mengalami berbagai macam perlakuan buruk saat bekerja dengan penyanyi tersebut, termasuk pelecehan seksual, body shaming, hingga penciptaan lingkungan kerja yang tidak sehat dan kasar.
Selain itu, mereka juga menggugat perusahaan produksi Lizzo, Big Grrrl Big Touring dan kapten tari Shirlene Quigley, yang mereka klaim sering berkhotbah tentang pandangannya sebagai penganut Kristen sambil juga membagikan cerita mendetail yang menyeramkan tentang kebiasaan masturbasi dan fantasi seksualnya.
Baca juga: Lirik lagu "Juice" oleh Lizzo
Baca juga: Penyanyi Lizzo menyatakan berhenti dari dunia hiburan
Baca juga: Digugat atas pelecehan seksual, Lizzo: saya bukan penjahat
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































