Jakarta (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengukuhkan tujuh profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka, Rabu, sekaligus menambah jumlah total Guru Besar yang dimiliki UIN Jakarta menjadi 151 orang.
“Guru Besar adalah amanah sebagai pencapaian tertinggi. Saya menekankan kepada bapak-bapak yang dikukuhkan hari ini: teruslah mengabdi, ilmu bukan untuk diri sendiri tapi untuk masyarakat. Komitmen dan integritas harus dibangun di atas segalanya,” ujar Rektor UIN Jakarta Asep Saepuddin Jahar di Kampus UIN Jakarta, Rabu.
Asep mengatakan penambahan guru besar ini sekaligus memantapkan posisi UIN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia.
Menurutnya, penambahan jumlah guru besar ini merupakan bagian dari transformasi besar kampus menuju keunggulan global. Namun, beliau mengingatkan bahwa gelar ini membawa tanggung jawab moral yang berat.
Baca juga: Guru Besar: Babel berpotensi penghasil karbon biru terbesar Indonesia
Integritas di Atas Syarat Administratif Rektor menggarisbawahi bahwa produktivitas akademik seperti menulis buku dan publikasi jurnal setiap tiga tahun merupakan kewajiban administratif yang bersifat minimal. Asep berharap para guru besar baru ini bergerak atas dasar cinta terhadap ilmu pengetahuan
"Jangan hanya mengejar tunjangan, tetapi mengabdilah karena cinta kepada ilmu. Jadilah garda terdepan dalam pembangunan pendidikan Islam, sebagaimana yang telah dirintis oleh tokoh-tokoh besar kita seperti Prof. Harun Nasution dan Prof. Azyumardi Azra," kata dia.
Adapun tujuh guru besar itu yakni Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. (Bidang Ilmu Komunikasi Politik), Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag., M.Si. (Bidang Biologi Terapan/Ekologi), Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D. (Bidang Kecerdasan Artifisial).
Kemudian, Prof. Dr. H. M. Yakub, M.A. (Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam), Prof. Dr. Drs. KH. Mujar Ibnu Syarif, S.H., M.Ag. (Bidang Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan) Prof. Dr. H. Mahsusi, M.M. (Bidang Manajemen SDM Pendidikan Islam), dan Prof. Dr. H. Kholid Al Walid, M.Ag. (Bidang Filsafat Islam).
“Dengan total 151 Guru Besar, UIN Jakarta optimis dapat terus memimpin dalam inovasi pendidikan Islam dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional di era modern,” katanya.
Baca juga: Guru besar Unej: KUHP-KUHAP baru wujudkan kedaulatan hukum Indonesia
Baca juga: Guru Besar UI dorong Prabowo perkuat diplomasi di konflik AS-Venezuela
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































