KSOP Gorontalo tunda keberangkatan KMP Tuna Tomini akibat cuaca buruk

5 hours ago 2

Gorontalo (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Gorontalo memutuskan untuk menunda sementara jadwal keberangkatan kapal feri Kapal Motor Penumpang (KMP) Tuna Tomini akibat cuaca buruk, Jumat.

Kepala KSOP Gorontalo Jasra Yuzi Irawan di Gorontalo, Jumat mengatakan langkah tersebut diambil demi menjamin aspek keselamatan, kenyamanan, dan keamanan pelayaran bagi awak kapal serta penumpang kapal tersebut.

"Keputusan penundaan ini merujuk pada laporan cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan kondisi cuaca di perairan Teluk Tomini sedang tidak baik," kata Jasra.

Dikatakannya lagi, pada hari Jumat pekan ini pihaknya menerima informasi dari BMKG bahwa kecepatan angin di Teluk Tomini berkisar antara 20 sampai 25 knot.

Sementara itu untuk tinggi gelombang atau ombak sendiri diinformasikan mencapai di kisaran 1,5 sampai 2,5 meter.

Ia menjelaskan bahwa kapal feri seperti KMP Tuna Tomini memiliki karakteristik konstruksi yang berbeda dengan kapal kargo atau kapal penumpang berukuran besar pada umumnya.

Kapal feri tidak dilengkapi dengan double bottom (dasar ganda) dan memiliki lambung yang cenderung pendek, sehingga kondisi desain tersebut membuat kapal feri sangat berisiko jika harus menerjang gelombang air laut di atas 1,5 meter.

Baca juga: KSOP tunda keberangkatan kapal Situbondo-Madura karena cuaca buruk

Baca juga: Pelni Tanjungpinang tunda pelayaran kapal akibat gelombang 2,5 m

Selain itu kata dia, kecepatan rata-rata KMP Tuna Tomini yang berada di bawah 10 knot, dinilai akan sangat kesulitan dan berbahaya jika dipaksakan melawan pergerakan angin yang mencapai 20 knot di tengah laut.

Berdasarkan pantauan radar cuaca, area tengah Teluk Tomini menunjukkan indikator risiko tinggi yang ditandai dengan zona visual gelombang dua meter dan embusan angin yang cukup kencang.

Dalam kondisi tersebut, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak nakhoda kapal, dimana pihak penyedia jasa angkutan penyeberangan dan pengelolaan pelabuhan atau ASDP, sudah mengirimkan surat resmi yang menyarankan penundaan keberangkatan demi keselamatan bersama.

Sehingga kata dia penting untuk diketahui bahwa posisi KSOP merupakan otoritas keselamatan, bukan tidak memberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) melainkan hanya membuat penundaan pelayaran.

Ia mengatakan pihaknya sendiri masih akan terus memantau perkembangan anomali cuaca dalam beberapa hari ke depan, mengingat pola cuaca saat ini sering kali memburuk dengan kecepatan angin yang meningkat tajam setelah pukul 12.00 Wita.

"Otoritas pelayaran memastikan SPB akan segera diterbitkan begitu situasi di laut dinyatakan kembali kondusif. Langkah cepat penyeberangan juga disiapkan agar tidak terjadi penumpukan penumpang yang berkepanjangan di area pelabuhan," imbuhnya.

Baca juga: Pelni Ambon tunda keberangkatan kapal karena cuaca buruk

Baca juga: BPTD tunda keberangkatan kapal penyeberangan Situbondo-Madura-Lembar

Pewarta: Faradila Alim
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |