Komisi XII DPR puji kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

2 weeks ago 10
Komisi XII DPR mencermati secara umum bahwa pelaksanaan program Kementerian ESDM sepanjang 2025 menunjukkan capaian positif

Jakarta (ANTARA) - Komisi XII DPR RI memuji kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia atas sejumlah capaian positif dan terukur di sektor ESDM sepanjang 2025.

"Tahun 2025 memiliki arti penting untuk meninjau pelaksanaan kebijakan program Kementerian ESDM, baik dari aspek penerimaan negara bauran energi, lifting migas, maupun akses energi bagi masyarakat. Komisi XII DPR mencermati secara umum bahwa pelaksanaan program Kementerian ESDM sepanjang 2025 menunjukkan capaian positif," sebut Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya saat Rapat Kerja Komisi XII DPR dengan Menteri ESDM di Gedung Nusantara DPR Jakarta, Kamis.

Menurut Komisi XII DPR, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, capaian positif tersebut tercermin dari optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM, realisasi lifting minyak dan gas bumi yang melampaui target APBN, peningkatan konsumsi listrik per kapita, hingga kebijakan mandatori biodiesel.

Selain itu, Komisi XII DPR juga memberi apresiasi atas upaya pemerintah dalam pemerataan akses listrik yang langsung dirasakan masyarakat, terutama pada program listrik desa (lisdes) dan bantuan pasang baru listrik (BPBL).

"Capaian lisdes adalah 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi dan BPBL sebanyak 205.968 instalasi terpasang. Ini menjadi capaian yang patut diapresiasi besar karena melebihi target yang sudah disepakati antara Kementerian ESDM dan Komisi XII DPR," sebut Anggota Komisi XII DPR Ratna Juwita Sari.

Hal ini, tambahnya, menunjukkan bahwa Menteri ESDM sudah berhasil memimpin jajarannya untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Ratna menegaskan harapannya agar program-program yang dinilai baik dan berdampak langsung bagi masyarakat dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

"Kami mohon program-program bagus serta menyentuh rakyat seperti ini dapat dipertahankan tahun-tahun mendatang," ujar Ratna.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil menyambut baik apresiasi tersebut dan menegaskan bahwa capaian 2025 adalah hasil kerja lintas sektoral antara Kementerian ESDM, Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, dan sejumlah badan usaha.

Bahlil juga menegaskan bahwa target migas tahun ini berhasil dilewati, meski selisihnya tipis.

"Target migas kita sebesar 605.000 barrel oil per day (BOPD), dan Alhamdulillah, kepada pimpinan kami laporkan bahwa lifting minyak kita pada 2025 sebesar 605,3 BOPD, artinya mencapai target APBN 2025, ada kelebihan sedikit," ujarnya.

Lebih jauh, Bahlil menekankan bahwa perluasan akses penerangan dan listrik untuk daerah yang belum berlistrik merupakan prioritasnya untuk mewujudkan pemerataan yang dirasakan langsung masyarakat.

"Kita mempunyai hati dan rasa yang sama, khususnya terkait dengan lisdes dan BPBL, ini jujur saya katakan dari lubuk hati yang paling dalam. Insya Allah, sampai saya selesai menjadi Menteri Kabinet Merah Putih, semua desa, kelurahan (yang belum terlistriki) itu teraliri listrik semua. Sekalipun lifting migas tercapai, tapi kalau desa-desa, kelurahan-kelurahan belum mendapat listrik, saya merasa menjadi menteri yang gagal," tegas Bahlil.

Baca juga: ESDM akan kaji pencabutan izin PLTA Batang Toru

Baca juga: Bahlil: Pencabutan izin tambang emas Martabe lalui kajian mendalam

Baca juga: Bahlil beri izin sebagian sumur rakyat untuk dongkrak lifting minyak

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |