Banyuwangi (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi membuka rekrutmen 3.000 tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional program Budi Daya Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta mengatakan langkah itu merupakan komitmen KKP dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan berdaya saing.
“Melalui kelas khusus, kami menyiapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar memiliki keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, dan kesiapan kerja sesuai standar industri,” ujar dia dalam siaran pers yang diterima di Banyuwangi, Rabu.
Ia menjelaskan nantinya KKP juga akan menggelar program pelatihan bagi para peserta yang lolos seleksi agar dapat menjadi tenaga kerja pada berbagai posisi, seperti operator anak kolam, teknisi budi daya udang, teknisi mesin tambak, laboran kesehatan udang, serta tenaga panen parsial.
Pelatihan dilakukan melalui teori, praktik, dan magang di tambak mitra dengan kurikulum berbasis standar operasional tambak udang terintegrasi.
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyambut baik program tersebut sebagai peluang besar bagi generasi muda daerah.
“Kesempatan kerja skala besar kini hadir di tanah Sumba sendiri. Kami ingin anak-anak kami bisa bekerja, berkembang, dan membangun masa depan tanpa harus jauh merantau,” katanya.
Program ISF di Sumba Timur merupakan bagian dari strategi nasional peningkatan produksi udang.
Rekrutmen dibuka mulai 10 Februari 2026 secara daring. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan tanpa biaya, serta berkesempatan bekerja di kawasan tambak udang terintegrasi Waingapu setelah dinyatakan kompeten.
Informasi lengkap dapat diakses melalui elaut-bppsdm.kkp.go.id/waingapu atau melalui Contact Center BPPSDM KP di WhatsApp 0821-1814-096.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































