Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 251 titik panas di Provinsi Riau dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Bengkalis yang mencapai 139 titik.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Gita Dewi S menyampaikan bahwa selain Kabupaten Bengkalis sebaran titik panas ada di Bengkalis (84), Inderagiri Hilir (18), Siak (6), Kepulauan Meranti (2), serta Rokan Hilir dan Kota Dumai masing-masing satu titik.
"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Rabu pukul 07.00 WIB," katanya di Pekanbaru, Rabu.
Sementara di Pulau Sumatera terdeteksi 336 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian Kepulauan Bangka Belitung (25), Aceh (20), Sumatera Utara (16), Kepulauan Riau (14), Sumatera Barat (5), dan Jambi (3).
Baca juga: Kemenhut: Jumlah titik panas pada 2025 turun drastis dibandingkan 2019
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat sudah ada 10 kabupaten/kota di provinsi setempat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal tahun 2026 dengan luasan 182,76 hektare
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur mengatakan ke-10 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Inhil, Kuantan Singingi (Kuansing), serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
Untuk karhutla di Kota Dumai, lanjutnya, hingga saat ini tercatat seluas 19,52 hektare, Bengkalis (65,51), Kepulauan Meranti (7,90), Siak (9,55), Pekanbaru (11,58), Kampar (8,50), Pelalawan (21), Inhu (1,20), Inhil (36,50), dan Kuansing (1,50).
Baca juga: BMKG deteksi peningkatan titik panas di Kalimantan dan Sumatera
Berdasarkan rincian luasan tersebut ditemukan 848 titik panas dengan jumlah titik api sebanyak 79. Oleh karena itu, BPBD Damkar Riau meminta BPBD kabupaten/kota untuk dapat menetapkan status siaga darurat karhutla.
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































