Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengirimkan tim ke lokasi untuk mendalami dugaan pencemaran Sungai Cisadane akibat insiden kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (9/2).
"Ya, tim KLH/BPLH dari Kedeputian Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) dan Pusarpedal (Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan) sedang di lapangan," kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH Rasio Ridho Sani menjawab pertanyaan ANTARA di Jakarta, Rabu.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai hasil kajian sementara dari tim KLH/BPLH, Deputi PPKL KLH/BPLH Rasio menyebutkan tim masih berada di lapangan sehingga hasilnya belum dapat disampaikan.
"Masih di lapangan," tuturnya.
Sebelumnya, diduga telah terjadi pencemaran sungai akibat insiden kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan pada Senin (9/2).
Baca juga: Cegah pencemaran, DLH pantau sungai dekat kawasan industri Tangerang
Kebakaran itu disinyalir menyebabkan dampak serius terhadap lingkungan sekitar dengan kondisi sungai di sekitar lokasi dilaporkan tercemar, ditandai dengan perubahan kondisi air serta ikan yang mengapung akibat tercemar pestisida.
Seperti dilaporkan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel menyebutkan dugaan cemaran aliran kali berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida.
Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel Hadiman mengatakan berdasarkan hasil penelusuran lapangan ditemukan adanya sumber pencemaran yang berasal dari cairan kimia.
"Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida," ucapnya pada Selasa (10/2).
Dia mengatakan cairan kimia tersebut berasal dari gudang penyimpanan pestisida yang di Kota Tangsel, di mana, gudang itu terjadi kebakaran sehingga sejumlah bahan kimia dilakukan penyemprotan oleh damkar dan tersebar ke bantaran kali.
Baca juga: DLH Kabupaten Tangerang uji kualitas air Sungai Cisadane
Akibat kejadian tersebut, kondisi aliran kali mengalami perubahan warna dan berbau. Bahkan, ikan yang berada dalam aliran kali itu mengambang mati akibat terpapar cairan pestisida dari lokasi gudang penyimpanan yang kebakaran.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































