Khofifah jajaki "sister province" Jatim-Samarkand Uzbekistan

2 hours ago 1

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjajaki kerja sama sister province antara Provinsi Jatim dan Kota Samarkand, Uzbekistan, guna memperkuat hubungan bilateral di bidang perdagangan, pendidikan, kebudayaan, dan jejaring masyarakat.

“Selamat datang di Jawa Timur, His Excellency Bapak Oybek. Beliau menyampaikan harapan kemungkinan kita bisa melakukan penandatanganan kerja sama sister province antara Jawa Timur dengan Samarkand,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu, saat menerima Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov.

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Jatim sedang menempuh proses administrasi dan perizinan sesuai ketentuan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Setelah tahapan tersebut selesai, penandatanganan protokol kerja sama direncanakan dilaksanakan sebelum diajukan untuk memperoleh persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim.

Rencananya, penandatanganan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Gubernur Samarkand ke Jatim pada 4–7 April mendatang.

Selain aspek ekonomi dan pemerintahan, Khofifah menekankan hubungan Jatim dan Samarkand memiliki kedekatan historis dan spiritual.

“Jawa Timur dan Samarkand ini punya hubungan spiritual dan keagamaan yang erat. Dari pondok pesantren kita, banyak sekali kunjungan religi ke makam dari Syekh Imam Bukhari karena mereka banyak mengkaji hadits Imam Bukhari. Sekarang pun rombongan dari Pesantren Ploso Kediri dipimpin langsung oleh Kiai Nurul Huda juga sedang berada di Samarkand,” katanya.

Ia menambahkan salah satu Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang berperan dalam penyebaran Islam di Jatim, diyakini berasal dari wilayah Asia Tengah, termasuk Samarkand.

“Bukan itu saja, Wali Songo di Jawa Timur juga ada yang berasal dari Samarkand, yaitu Syekh Maulana Malik Ibrahim. Jadi pada dasarnya, kita juga membangun kekuatan spiritualitas dari perspektif budaya dalam hubungan Indonesia-Uzbekistan, khususnya Jawa Timur-Samarkand,” lanjut Khofifah.

Dari sisi perdagangan, hubungan Jawa Timur dan Uzbekistan menunjukkan tren positif.

Pada periode Januari–Oktober 2025, nilai ekspor nonmigas Jawa Timur ke Uzbekistan mencapai 9,36 juta dolar Amerika Serikat (AS), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tren pertumbuhan rata-rata lima tahun terakhir yang cukup tinggi.

Komoditas utama ekspor meliputi lemak dan minyak nabati, produk makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton.

Sementara itu, nilai impor Jawa Timur dari Uzbekistan tercatat sebesar 43,06 juta dolar AS, dengan komoditas utama berupa pupuk yang berkontribusi terhadap sektor pertanian di Jawa Timur.

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN Oybek Eshonov menyampaikan apresiasi atas sambutan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran serta komitmen mempererat hubungan kedua wilayah.

“Terima kasih, Bu Gubernur, yang telah mengatur pertemuan ini. Gubernur Samarkand menyampaikan salam hormat. Tadi kita sudah berdiskusi dan banyak hal yang kita bicarakan. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kedua belah pihak dan semoga mempererat hubungan kami,” katanya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |