Kemkomdigi: Regulasi harus jadi katalis pertumbuhan ekonomi digital

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan bahwa regulasi harus bisa menjadi katalis inovasi, memberikan kepastian bagi investor, serta mempercepat pertumbuhan perusahaan rintisan dan ekonomi digital Indonesia.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menekankan bahwa regulasi harus bisa memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan investor serta menjadi pendorong lahirnya inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Regulasi tidak hanya bersifat sebagai pendorong kepatuhan, tetapi juga harus menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat.

Ia menyampaikan, Kemkomdigi berupaya memperkuat fondasi kebijakan untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional, termasuk menyiapkan regulasi tentang peta jalan dan pedoman etika kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Edwin mengatakan bahwa regulasi tersebut akan menjadi landasan untuk mendorong pemanfaatan AI secara lebih luas sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional.

"Sebentar lagi kita punya regulasi untuk AI, ada dua, roadmap dan ethics. Kalau ini sudah ditandatangani oleh Presiden, penggunaan AI akan bergerak lebih cepat," katanya.

Baca juga: Kemkomdigi berupaya bangun ekosistem digital berdaya saing

Edwin mengemukakan bahwa pembangunan ekonomi digital harus ditopang oleh ekosistem yang utuh, yang mencakup infrastruktur fisik berupa konektivitas digital, infrastruktur virtual seperti pusat data, komputasi awan, dan keamanan siber, serta platform dan aplikasi digital.

Semakin luas jangkauan konektivitas, ia melanjutkan, akan semakin besar pula pertukaran data yang dapat mendorong aktivitas ekonomi digital.

"Pertukaran data adalah kunci pertumbuhan ekonomi di masa depan," katanya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah tidak dapat menyerahkan seluruh proses pengembangan ekonomi digital kepada mekanisme pasar semata.

"Pemerintah harus menjadi enabler dan harus menjadi catalyst, terutama untuk pertumbuhan ekonomi digital," ujarnya.

Baca juga: Indonesia gandeng Australia untuk tingkatkan kontribusi ekonomi digital

Guna mendorong pertumbuhan ekonomi digital, pemerintah menjalankan program-program untuk memperkuat ekosistem perusahaan rintisan nasional.

Edwin mengajak para pelaku usaha rintisan memanfaatkan program-program pengembangan yang disiapkan pemerintah seperti Bali Tech Week dan pusat inovasi Garuda Spark di berbagai daerah.

Program-program itu dirancang untuk melahirkan lebih banyak talenta digital yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

"Jangan sampai bonus demografi menjadi bencana, bukan jadi bonus, karena kita butuh banyak sekali talenta muda yang bisa menciptakan nilai ekonomi," kata Edwin.

Baca juga: Kemkomdigi sediakan 8.000 akun Canva bagi talenta kreatif dan UMKM

Baca juga: Kemkomdigi fokus pada tiga fondasi untuk majukan ekonomi kreatif digital

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |