Kementerian PU perkuat suplai air bersih untuk RSUD Aceh Tamiang

2 weeks ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat suplai air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan SPAM Karang Baru menjadi prioritas karena perannya yang vital, khususnya bagi RSUD Aceh Tamiang.

"Air bersih adalah kebutuhan mendasar, terlebih untuk rumah sakit. Karena itu, Kementerian PU memastikan suplai air tetap terjaga sambil menyiapkan pembangunan permanen agar ke depan sistem ini lebih bagus lagi," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pemenuhan kebutuhan air bersih pasca bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kementerian PU mempercepat penanganan SPAM Karang Baru melalui metode Design and Build, yang meliputi pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dan reservoir baru untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem. Proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

Sambil menunggu pembangunan selesai, Kementerian PU telah melakukan langkah-langkah penanganan sementara, antara lain perbaikan sarana penyediaan air minum eksisting yang dikelola oleh PDAM Tirta Tamiang serta optimalisasi pemanfaatan instalasi pengolahan air (IPA) mobile. Upaya ini dilakukan agar pasokan air bersih, khususnya ke RSUD Aceh Tamiang tetap terjaga.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana menjelaskan bahwa penanganan SPAM Karang Baru akan dilakukan secara menyeluruh dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pengolahan air.

"Kami akan membangun instalasi pengolahan air baru dengan kapasitas 100 liter per detik, reservoir baru berkapasitas 1.000 meter kubik, serta IPA baja yang akan kami adakan. Secara keseluruhan, target penyelesaian kami adalah Juli 2026," ujar Dewi.

Dewi menambahkan pembangunan reservoir 1.000 meter kubik telah dimulai dengan pelaksanaan pancang perdana.

Selain itu, Kementerian PU juga akan menambahkan bangunan pra sedimentasi untuk mengatasi tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi pasca bencana.

"Tadi, kita lihat airnya sangat keruh, jauh di atas ambang batas. Karena itu, kami tambahkan tangki pra sedimentasi agar proses pengolahan lebih optimal dan tidak memerlukan bahan kimia berlebihan," kata Dewi.

Berdasarkan hasil identifikasi Kementerian PU, kerusakan infrastruktur air minum akibat bencana di Provinsi Aceh tercatat pada 52 SPAM yang tersebar di 11 kabupaten/kota, dengan total kapasitas terdampak mencapai 2.151 liter per detik.

Penanganan dilakukan secara bertahap, terintegrasi, dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta pengelola SPAM setempat.

Baca juga: Kementerian PU terjunkan mahasiswa Politeknik PU ke Aceh dan Sumut

Baca juga: Menteri PU percepat penanganan infrastruktur sanitasi di Aceh Tamiang

Baca juga: Kementerian PU percepat penanganan pasca bencana Aceh secara terpadu

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |