Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga konektivitas jalan nasional di Sumatera Barat, termasuk pada sejumlah titik yang sebelumnya terdampak bencana.
“Jalur Padang–Bukittinggi merupakan salah satu jalur utama pergerakan masyarakat di Sumatera Barat. Kami pastikan penanganan pada titik-titik rawan, seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, terus dipercepat agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Salah satu koridor utama mobilitas masyarakat, yaitu jalur Padang–Bukittinggi, dipastikan siap melayani perjalanan pemudik, termasuk melalui pengoperasian jalur Lembah Anai selama 24 jam pada periode mudik.
Baca juga: AHY: 93,5 persen jalan nasional siap layani mudik 2026
Secara umum, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menargetkan seluruh ruas jalan nasional berada dalam kondisi mantap dan bebas lubang (zero pothole) pada H-10 Lebaran.
Upaya pemeliharaan rutin, penambalan, serta peningkatan kualitas perkerasan jalan terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Khusus pada ruas Padang–Bukittinggi, penanganan difokuskan pada beberapa titik strategis yang sebelumnya terdampak bencana, termasuk kawasan Lembah Anai. Pada periode H-10 hingga H+10 Lebaran, ruas tersebut difungsionalkan dengan pengoperasian selama 24 jam guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.
Saat ini progres penanganan di kawasan Lembah Anai mencapai sekitar 44 persen, dengan pekerjaan pondasi bore pile sekitar 78 persen. Selama periode mudik lebaran, jalur tersebut tetap difungsikan untuk melayani pergerakan lalu lintas masyarakat.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































