Kementerian Kebudayaan ingin talenta perfilman punya ruang tumbuh

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan ingin memastikan talenta-talenta perfilman Indonesia memiliki ruang untuk tumbuh serta bisa mengakses panggung internasional.

"Kami ingin memastikan talenta-talenta perfilman Indonesia memiliki ruang tumbuh, kesempatan berjejaring, dan akses untuk tampil di panggung internasional," kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, yang pada Kamis (14/5) menghadiri Festival Film Cannes 2026 di Prancis.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang diterima pada Jumat, ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung penguatan ekosistem perfilman Indonesia agar semakin kompetitif dan inklusif.

"Dan mampu menjadi bagian penting dari percaturan perfilman dunia," katanya.

Menurut dia, upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem perfilman mencakup pelaksanaan Program Manajemen Talenta Nasional bidang film, yang diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas sineas muda, memperluas jejaring, serta membuka akses kolaborasi dan pembiayaan bagi pelaku industri perfilman.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan memfasilitasi promosi internasional karya film Indonesia, pengembangan jejaring industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perfilman, dan penguatan ekosistem perfilman di daerah.

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa film merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya diplomasi budaya Indonesia, yang mencakup upaya untuk memperkenalkan identitas, nilai, serta keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional dari hulu hingga hilir, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak karya berkualitas yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia.

Baca juga: Festival Film Cannes ke-79 resmi dibuka di Prancis

Menteri Kebudayaan RI mengemukakan bahwa partisipasi Indonesia di Festival Film Cannes 2026 menunjukkan peran perfilman nasional di kancah global.

Dalam Program Semaine de la Critique di Festival Film Cannes 2026, Indonesia menyertakan empat film pendek dari Program Next Step Studio yang melibatkan sutradara Reza Rahadian, Khozy Rizal, Shelby Kho, dan Reza Fahri serta rumah produksi KawanKawan Media.

Selain itu, ditampilkan pula film "Waterland" yang diproduksi dalam kolaborasi Jerman dengan Indonesia. Penggarapan film ini melibatkan ko-produser Anisa Adjam dan Bagus Suitrawan dari Indonesia.

Dalam Program Directors’ Fortnight, ada film berjudul "9 Temples to Heaven" dari Thailand yang produksinya melibatkan Giovani Rahmadeva dari Qun Film sebagai ko-produser dari Indonesia.

Di Short Film Corner, Indonesia hadir dengan proyek pitching Gentle Hands dalam Program Focus Script – Cinéma de Demain yang dipresentasikan oleh produser Feisha Permanayadi dan sutradara Garry Christian.

Baca juga: Fadli Zon dorong kolaborasi perfilman Indonesia-Arab Saudi di Cannes

Kehadiran Indonesia di Cannes diperkuat oleh Fransiska Prihadi dari Minikino, yang dipercaya menjadi salah satu penentu keputusan di Short Film Corner, serta produser Fadhila Ristianty, yang menjadi produser dalam sorotan dalam program Rendezvous Industry.

Selain itu, program film dokumenter Docs by the Sea dari Indonesia menjadi bagian Cannes Docs.

Sutradara Indonesia Kamila Andini menerima penghargaan dalam ajang Women in Cinema Gala yang diselenggarakan oleh Red Sea Foundation di Cannes, menjadi satu dari enam perempuan sineas terpilih yang mendapatkan penghormatan tahun ini.

Indonesia juga menandai penguatan kerja sama internasional melalui peluncuran Project SamaSama, proyek bersama Indonesia dengan Belanda yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut nota kesepahaman kedua negara di bidang kebudayaan.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Kebudayaan RI melakukan pertemuan dengan Guillaume Esmiol selaku Direktur Umum Marché du Film Festival de Cannes.

Menteri Kebudayaan RI dalam pertemuan itu menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi tamu kehormatan di Festival Film Cannes tahun 2028.

"Kami berharap kehadiran Indonesia di panggung perfilman dunia dapat mendorong semakin banyak sineas muda Indonesia untuk berani berkarya, membangun jejaring internasional, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui medium film kepada masyarakat dunia," katanya.

Baca juga: BPI sebut kehadiran di Cannes perkuat posisi film Indonesia

Baca juga: Sineas muda difasilitasi menuju panggung global lewat Next Step Studio

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |