Kemenkes perkuat komunikasi publik demi tingkatkan vaksinasi campak

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat komunikasi publik sebagai salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan penyakit campak.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penguatan komunikasi publik dilakukan dengan tidak hanya melibatkan dokter sebagai pemberi edukasi, tetapi juga tokoh-tokoh tertentu yang bisa memberikan penjelasan secara lebih sederhana seperti di media sosial.

"Jadi kita harus pakai juga beberapa orang-orang yang memang bisa membicarakannya dengan bahasa yang gampang dimengerti," kata Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, Menkes menekankan bahwa campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi, terutama pada kelompok anak-anak.

Dia juga menyampaikan bahwa peningkatan kasus campak biasanya terjadi pada periode tertentu, seperti pada awal tahun saat mobilitas masyarakat meningkat, termasuk ketika anak-anak kembali bersekolah.

Menurut dia, vaksinasi merupakan intervensi paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit menular. Hal itu telah terbukti pada berbagai penyakit, termasuk COVID-19.

“Begitu penyakit menular ada vaksinnya, turun langsung (jumlah kasus). Kita juga tahu campak ini sudah ada vaksinnya,” ujarnya.

Namun, Menkes mengakui bahwa cakupan vaksinasi campak sempat menurun selama pandemi COVID-19 karena fokus pemerintah bergeser pada penanganan pandemi. Dampaknya, sebagian anak terlewat dari jadwal vaksinasi campak.

“Banyak orang tua yang kemudian lewat (jadwal imunisasi) campaknya,” kata dia.

Selain itu, ia pun mengakui masih adanya tantangan dalam meningkatkan cakupan vaksinasi, salah satunya isu kepercayaan masyarakat, termasuk terkait halal-haram vaksin.

“Masalah utama di campak rubella ini adalah golongan yang tidak percaya ke vaksinasi itu besar sekali,” ujarnya.

Untuk mengatasi itu, ucapnya melanjutkan, selain penguatan komunikasi publik, pemerintah juga melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan jumlah kasus yang tinggi. Melalui ORI, pemerintah memberikan vaksin pada seluruh anak guna memutus rantai penularan.

“Kita langsung lakukan ORI, jadi daerah-daerah yang tinggi langsung disuntik, kita sapu bersih,” kata Budi.

Ia mengatakan, upaya tersebut menunjukkan hasil dengan mulai terjadinya penurunan kasus seiring meningkatnya cakupan vaksinasi.

“Begitu imunisasinya naik, langsung kasusnya menurun di anak-anak,” ujarnya.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |