Kader Gokkar di Maluku diminta tetap kondusif usai penikaman Nus Kei

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta jajaran kader Partai Golkar di Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, tetap kondusif dan tak terpancing emosi usai penikaman terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara (Malra) Agrapinus Rumatora (Nus Kei) hingga meninggal dunia.

"Saya berharap kepada seluruh jajaran partai Golkar, terutama di Maluku Tenggara dapat tetap mengendalikan diri," kata Doli di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Oleh karena itu, dia mengimbau kader-kader Golkar di wilayah tersebut untuk turut mendinginkan situasi, sambil mengawal proses hukum yang dijalankan agar benar-benar berjalan baik.

Dia pun mengaku terkejut dan menyayangkan atas adanya tragedi itu.

Di tengah kemajuan bangsa, menurut dia, seharusnya semua persoalan bisa diselesaikan dengan dialog, kepala dingin dan tanpa emosi.

Baca juga: Polda Maluku periksa dua terduga pelaku penikaman Nus Kei

Baca juga: Dua terduga penikam Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara ditangkap

"Saya berharap ini tidak ada kaitannya dengan urusan politik apalagi Golkar dan kalau ini pun urusannya pribadi, saya berharap keluarga juga tidak merespon dengan pendekatan yang sama," kata dia.

Untuk itu, dia pun mengajak seluruh pihak untuk menyerahkan sepenuhnya kasus kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti.

Dia pun bersyukur bahwa pelakunya sudah ditangkap.

"Tentu kami keluarga besar partai Golkar turut berduka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, ditikam oleh orang tak dikenal di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4).

Baca juga: Polisi diminta usut penikaman Ketua DPD II Golkar Malra

Baca juga: Pedagang ketoprak di Cengkareng jadi korban penikaman

Polisi menyebutkan, bahwa penikaman terjadi sekitar pukul 11.25 WIT, tepat di pintu keluar bandara saat korban baru tiba dari Jakarta.

Korban sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun oleh keluarga sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.

Polisi pun akhirnya berhasil menangkap dua orang yang diduga melakukan aksi tersebut kepada Nus Kei dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian. Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36).

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |