Kemendukbangga perkuat "care economy" berbasis komunitas untuk lansia

3 hours ago 2
Pendekatan yang dibangun bukan berfokus pada panti jompo, melainkan penguatan peran keluarga, kader, dan komunitas dalam mendampingi lansia

Jakarta (ANTARA) - Kemendukbangga/BKKBN memperkuat konsep care economy atau sistem perawatan berbasis keluarga dan komunitas guna menghadapi peningkatan jumlah lansia yang hidup sendiri di Indonesia.

"Pendekatan yang dibangun bukan berfokus pada panti jompo, melainkan penguatan peran keluarga, kader, dan komunitas dalam mendampingi lansia. Pendampingan diberikan terutama bagi lansia dengan keterbatasan aktivitas harian atau bedridden (lebih banyak beraktivitas di tempat tidur)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan Kemendukbangga/BKKBN Elsa Pongtuluran di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, proporsi lansia Indonesia telah mencapai 11,97 persen. Bahkan, sebanyak 23 provinsi sudah memasuki fase populasi menua atau aging population dengan persentase penduduk lansia di atas 10 persen, dengan persentase penduduk tinggal sendiri sebanyak 49,66 persen.

"Program long term care juga melatih keluarga dan caregiver mengenai teknik perawatan lansia, mulai dari memandikan di tempat tidur hingga memindahkan lansia ke kursi roda secara aman agar tidak menimbulkan cedera bagi pendamping," ucap Elsa.

Kemendukbangga/BKKBN juga menegaskan pentingnya mengatasi kesepian pada lansia karena dapat berdampak pada kesehatan mental dan meningkatkan risiko depresi. Oleh karena itu, Sekolah Lansia didorong menjadi ruang interaksi sosial yang membantu lansia tetap aktif, sehat, dan produktif.

Baca juga: Wamendukbangga ingin lansia tetap berdaya melalui Lansia Smart

"Selain itu, edukasi lintas generasi terus dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lansia yang tinggal sendiri. Langkah ini diambil setelah ditemukan sejumlah kasus lansia meninggal dunia tanpa diketahui keluarga maupun tetangga sekitar," paparnya.

Saat ini terdapat 3.051 Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam membangun ekosistem care economy menghadapi populasi menua dan bonus demografi kedua.

"Sekolah Lansia ini juga memiliki pengajar yang sebagian besar dipilih oleh komunitas lansia yang ada, dengan menyesuaikan kebutuhan yang ada, misalnya kalau ada yang memiliki keahlian menganyam, ya bisa menjadi pengajar apabila sekolah lansianya membutuhkan. Ini mencegah mereka dari depresi," tutur Elsa.

Baca juga: Kartu Sidaya permudah akses transportasi-kesehatan siswa lansia

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |