Banda Aceh (ANTARA) - Kelompok Konservasi Penyu Pantai Blangmee kembali melepas anak penyu (tukik) sebanyak 90 ekor di Pantai Blangmee, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar sebagai salah satu upaya untuk menjaga kelestarian habitat penyu di laut Aceh.
"Kegiatan ini merupakan yang keenam kalinya dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian habitat penyu di kawasan pesisir," kata Ketua Kelompok Konservasi Pantai Blangmee, Adun Munawir, di Aceh Besar, Sabtu.
Adun mengatakan, dalam proses ini awalnya mereka membeli telur penyu dari masyarakat sekitar yang memiliki kebiasaan berburu telur penyu untuk dikonsumsi, kemudian diteteskan hingga dilepasliarkan kembali.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi perburuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa laut yang dilindungi.
Ia menyampaikan, kegiatan konservasi ini bertujuan agar habitat penyu di Pantai Blangmee tetap lestari, sehingga generasi mendatang masih dapat menyaksikan secara langsung penyu naik ke darat untuk bertelur.
Baca juga: LKBN ANTARA DIY lestarikan penyu lewat pelepasan tukik di Congot
“Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya mengenal penyu lewat YouTube, tidak pernah melihat langsung, apalagi menyentuhnya. Kita ingin penyu tetap ada di alam, bukan hanya di layar,” ujarnya.
Sebagai edukasi lingkungan dalam pelepasan tukik ini, lanjut Adun, mereka juga mengundang pelajar tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama (SD-SMP), sehingga bisa belajar langsung tentang cara melestarikan penyu.
Ia menjelaskan, penyu dikenal sebagai hewan berumur panjang yang membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk mencapai usia dewasa dan mampu bertelur.
Berdasarkan kajian para pegiat konservasi, penyu-penyu yang saat ini naik bertelur di Pantai Blangmee Aceh Besar diduga merupakan penyu yang lahir pascatsunami Aceh tahun 2004.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan sukses. Semoga upaya kecil ini bisa membawa dampak besar bagi kelestarian penyu di Aceh Besar,” ujar Adun Munawir.
Baca juga: Masyarakat lepas liar 20 ribu tukik di Paloh Kalbar
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































