Kanselir Merz perlu waktu putuskan susunan kabinet barunya

5 hours ago 2

Moskow (ANTARA) - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan perubahan lebih lanjut dalam pemerintahannya dan perlu setidaknya beberapa hari lagi untuk mengambil keputusan terkait susunan kabinet.

Hal itu dikatakan Kanselir Merz setelah ia mengumumkan perombakan kabinet di pemerintahannya pada Jumat.

"Saya akan mengambil keputusan-keputusan ini tanpa terburu-buru, dengan penuh kehati-hatian, dan setelah melakukan konsultasi yang diperlukan," kata Merz.

Sementara itu, pihak oposisi pemerintahan Jerman, Wakil Ketua Alternative for Germany (AfD) Alice Weidel mengecam keputusan Merz untuk merombak kabinet federal, dengan mengatakan bahwa hal itu hanya memperburuk kekacauan di Jerman.

"Merz ingin meraih kesuksesan besar melalui perombakan kabinet, tetapi justru dia menimbulkan kekacauan yang lebih parah," kata Weidel, anggota partai sayap kanan itu, di media sosial.

Di tengah berbagai tantangan berat yang saat ini dihadapi Jerman, kalangan elite politik Jerman justru hanya sibuk dengan masalah-masalah kepegawaian internal, menurut Weidel. Sehubungan dengan hal itu, dia pun menyerukan agar diadakan pemilihan umum federal baru di negara tersebut.

Sebelumnya, pada hari yang sama, surat kabar Bild melaporkan bahwa Merz akan memberhentikan Menteri Perhubungan Patrick Schnieder.

Dalam laporan surat kabar Jerman itu, Merz dikabarkan tidak puas dengan hasil kerja Schnieder. Merz juga tidak menyetujui kinerja Katerina Reiche, menteri ekonomi federal saat ini.

Menurut hasil studi yang dilakukan lembaga sosiologi, Forsa, sebanyak 85 persen warga Jerman menilai negatif kinerja Friedrich Merz sebagai kanselir Jerman dan 82 persen lain menyatakan tidak puas terhadap kinerja kabinetnya.

Friedrich Merz mengumumkan perombakan kabinet di pemerintahannya, Jumat, menyusul pengunduran diri Jens Spahn karena menggunakan jasa surogasi di Amerika Serikat untuk suaminya.

Jens Spahn merupakan seorang pria politikus yang menjabat sebagai ketua koalisi partai politik haluan kanan-tengah, Uni Demokrat Kristen dan Uni Sosial Kristen (CDU/CSU), dan berkuasa di Bundestag.

Spahn mengundurkan diri pada Sabtu (18/7) setelah merebak skandal dia dan suaminya membayar seorang perempuan untuk jasa surogasi atau ibu pengganti di Amerika Serikat.

Anggota koalisi partai CDU/CSU, termasuk Kanselir Merz, mengecam langkah Spahn itu karena praktik surogasi dilarang di Jerman.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Kanselir Jerman umumkan perombakan pemerintah setelah Spahn mundur

Baca juga: Polisi Jerman tangkap remaja berencana bakar gereja atas perintah ISIS

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |