Israel manfaatkan perang di Teluk percepat pencaplokan Tepi Barat

3 days ago 3

Istanbul (ANTARA) - Israel memanfaatkan krisis di kawasan Teluk Persia untuk mengintensifkan perluasan pemukiman ilegal Zionis di Tepi Barat, kata Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian dalam pernyataannya.

Saat memberikan taklimat kepada anggota korps diplomatik untuk Palestina pada Selasa, Menlu Palestina itu memperingatkan bahwa Zionis Israel tengah mempercepat perluasan pemukiman ilegal dan memperkuat kontrol permanen Israel terhadap tanah Palestina.

Ia menjelaskan bahwa rezim Zionis memanfaatkan teralihkannya perhatian komunitas internasional terhadap krisis di kawasan untuk mempercepat upaya pencaplokan melalui perluasan wilayah serta langkah legislatif dan administratif.

Langkah Israel itu, kata dia, merongrong upaya pencapaian solusi dua negara dan mengancam hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.

Menlu Aghabekian mengatakan pemukim Zionis Israel setiap harinya melakukan serangan terencana terhadap warga Palestina, termasuk pembunuhan dan serangan fisik, serta terhadap properti Palestina dengan membakar rumah-rumah dan kendaraan, menghancurkan lahan pertanian, dan mencuri sumber daya.

Hal tersebut, ucap dia, dilakukan "di bawah perlindungan langsung tentara Zionis Israel".

Baca juga: Peduli hak Muslim Palestina, Malaysia serukan gerbang Al-Aqsa dibuka

Ia menyampaikan bahwa sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, dan masih berlanjut hingga kini, tujuh warga Palestina telah dibunuh pemukim ilegal Zionis.

Lebih lanjut, Menlu Palestina menyoroti berlanjutnya pelecehan Zionis Israel terhadap tempat suci umat Islam, termasuk melalui penutupan Masjid Al Aqsa sejak perang di Iran serta pembatasan warga Muslim yang beribadah di bulan Ramadhan.

Aghabekian menyebut langkah tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hak beragama".

Ia kemudian menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah hukum ataupun konkret demi menghentikan pelanggaran tersebut serta memastikan terlindunginya hak rakyat Palestina berdasarkan hukum internasional.

Sejak perang di Jalur Gaza berlangsung, serangan oleh pasukan dan pemukim ilegal Zionis di Tepi Barat telah menyebabkan tewasnya 1.133 warga Palestina dan melukai 11.700 lainnya.

Sementara, sekitar 22.000 orang ditahan otoritas Zionis, menurut data pemerintah Palestina.

Permusuhan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan 1.300 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan dunia.

Baca juga: Penutupan Masjid Al-Aqsa picu kecaman pemuda Islam Malaysia

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |