Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, pengembangan sektor kereta api perlu terus dilakukan agar bisa mengurangi beban di jalan raya.
"Dari survei yang dilakukan oleh Kemenhub, 143,9 juta perjalanan akan terjadi selama musim Lebaran ini dan 52 persen menggunakan kendaraan pribadi," kata AHY di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, secara fasilitas PT Kereta Api Indonesia sudah cukup memadai dan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan pelayanan.
AHY mengatakan bawa semangat untuk mengembangkan sektor kereta api juga perlu dilakukan untuk mengurangi beban jalan raya, karena dari survei Kemenhub pada arus mudik Lebaran ini terdapat 143,9 perjalanan dengan 52 persen menggunakan kendaraan pribadi, nomor dua menggunakan sepeda motor dan ketiganya bus umum.
Dari data tersebut kata AHY, semuanya menggunakan jalan, sehingga akan terjadi konsentrasi peningkatan kepadatan bahkan harus diantisipasi sejumlah kemacetan di jalan-jalan arus utama.
"Semangat mengembangkan sektor kereta api ini juga dalam rangka mengurangi beban di jalan raya," ujarnya.
Ia menambahkan, ketika infrastruktur kereta api terus bertambah maka akan lebih banyak masyarakat yang menggunakan kereta.
Untuk itu, kata AHY kebijakan mengembangkan sektor kereta api akan memberikan opsi kepada masyarakat luas dalam aspek transportasi dan konektivitas.
"Dengan catatan, keretanya siap, jumlah gerbong semakin banyak tempat duduknya semakin banyak relnya kuat," katanya menambahkan.
Baca juga: KAI Jakarta: Okupansi masa angkutan Lebaran 2026 capai 68 persen
Baca juga: 10 ribu pemudik ke luar Bandung gunakan kereta api pada H-5 Lebaran
Baca juga: Balada menjemput rupiah di pengujung Ramadhan dari Senen
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































