Indonesia jajaki penguatan perlindungan PMI dengan Turkiye

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membahas penguatan kerja sama pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turkiye, Vedat IŞIKHAN, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Jumat.

"Kunjungan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap eksistensi dan peran strategis Kementerian P2MI dalam mengelola penempatan, pelindungan, dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia," kata Mukhtarudin melalui keterangan pers KP2MI, Jumat.

Pertemuan tersebut menurutnya menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Turkiye, khususnya di bidang ketenagakerjaan, pelindungan pekerja migran, serta pengembangan tenaga kerja profesional.

Mukhtarudin menilai Indonesia dan Turkiye memiliki visi yang sama dalam membangun tata kelola mobilitas tenaga kerja internasional yang aman, tertib, serta saling menguntungkan bagi kedua negara, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip pekerjaan yang layak dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja.

"Indonesia menyambut baik perhatian Pemerintah Turkiye terhadap pentingnya penguatan kerja sama di bidang ketenagakerjaan, mobilitas tenaga kerja profesional internasional, dan perlindungan hak-hak pekerja," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama bilateral melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang ketenagakerjaan, antara Kementerian P2MI dan Kementerian Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turkiye.

"Draft MoU sudah kami sampaikan. Saat ini kami menunggu respons dari Kementerian Tenaga Kerja Turkiye mengenai waktu penandatanganan MoU tersebut," imbuh Mukhtarudin.

Selain membahas pembaruan kerja sama, Mukhtarudin berharap pertemuan tersebut semakin memperkuat komunikasi dan koordinasi kedua kementerian dalam mendukung pengelolaan mobilitas tenaga kerja internasional yang efektif, aman, dan berkelanjutan.

Mukhtarudin meyakini pertemuan itu menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia-Turkiye di sektor ketenagakerjaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia.

"Kami meyakini pertemuan hari ini merupakan momentum penting untuk menata dan mengembangkan hubungan bilateral di bidang ketenagakerjaan antara Indonesia dan Turkiye. Kami berharap kerja sama ke depan semakin baik dan konstruktif bagi kepentingan kedua negara," katanya.

Dia juga menyampaikan rencana kunjungan balasan Kementerian P2MI ke Turkiye sebagai bagian dari upaya memperkuat persahabatan dan kerja sama strategis antara kedua kementerian.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turkiye Vedat IŞIKHAN menyampaikan optimisme terhadap penguatan kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Turkiye.

"Saya merasa sangat senang dapat berada di Indonesia, negara sahabat dan negara saudara. Saya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat serta keramahtamahan yang telah diberikan kepada saya dan delegasi kami," kata Vedat.

Vedat menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam mobilitas tenaga kerja internasional. Menurutnya, pekerja migran Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik di mata pemerintah Turkiye.

"Orang Indonesia dikenal sebagai pekerja yang jujur dan memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya. Dua karakter inilah yang selalu kami ingat," katanya.

Dia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan terhadap permohonan izin kerja bagi warga negara Indonesia yang akan bekerja di Turkiye.

Menurutnya, tren tersebut menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia sekaligus membuka peluang untuk memperluas kerja sama ketenagakerjaan yang saling menguntungkan antara kedua negara.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |