Jakarta (ANTARA) - Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang Kamis (19/2) malam membuat permukiman warga di Kebon Pala, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir sekitar satu meter.
"Pagi ini, pukul 09.00 WIB, sekarang air sudah mencapai 100 sentimeter, udah satu meter," kata Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu Sanusi di Jakarta Timur, Jumat.
Dia menyebutkan air mulai naik sejak sekitar pukul 02.00 WIB. Ketinggian air terus bertambah hingga Jumat pagi dan merendam rumah-rumah warga yang berada di wilayah rendah.
"Air mulai naik jam dua pagi tadi, dari sebelumnya sekitar 50 sentimeter, sekarang naik terus sudah satu meter," ujar Sanusi.
Banjir setinggi satu meter itu merendam perabotan rumah tangga, kendaraan, serta memutus akses jalan lingkungan.
Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu aktivitas warga. Sejumlah akses jalan lingkungan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Anak-anak dan lanjut usia (lansia) dievakuasi dengan menggunakan perahu karet di titik-titik yang genangannya cukup dalam.
Menurut Sanusi, ketinggian air masih berpotensi bertambah apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.
"Luapan Kali Ciliwung juga ini. Informasi juga status Bendung Katulampa kini berada pada Siaga 3," ucap Sanusi.
Baca juga: BPBD Jaksel catat ketinggian banjir di Cipulir capai 140 cm
Petugas dari unsur Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta aparat setempat berada di lokasi untuk memantau kondisi dan membantu evakuasi.
Beberapa perahu karet dikerahkan guna membantu mobilitas warga di titik-titik yang cukup dalam.
BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 61 RT dan enam jalan tergenang banjir hingga pukul 07.00 WIB pada Jumat.
"BPBD mencatat saat ini, terdapat 61 RT dan enam ruas jalan tergenang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Jumat.
BPBD DKI mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Bersama dengan para lurah dan camat setempat, sambung Yohan, seluruh unsur tersebut juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas banjir. Genangan pun ditargetkan surut dalam waktu cepat.
Baca juga: BPBD catat 61 RT dan enam ruas jalan tergenang banjir di Jakarta
Baca juga: Transjakarta setop operasional sejumlah rute layanan imbas banjir
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































