Kota Bandung (ANTARA) - Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak meminta Bobotoh menjaga ketertiban dan tidak menyalakan flare saat timnya menjamu PSM Makassar pada laga tunda pekan kedelapan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu malam pukul 19.00 WIB.
Hodak menegaskan dukungan suporter sangat penting bagi Persib, namun harus tetap dilakukan secara positif dan sesuai aturan agar tidak merugikan tim.
“Saya hanya berharap tidak ada lagi flare karena kami tidak mau didenda lagi. Di laga terakhir semuanya sudah oke dan saya berharap bisa terus dilanjutkan,” kata Hodak saat dikonfirmasi di Bandung.
Baca juga: Polrestabes Bandung: 1.200 personel amankan laga Persib vs PSM
Pelatih asal Kroasia itu menyebut, kehadiran Bobotoh di stadion kerap menjadi kekuatan tambahan bagi timnya. Menurut dia, stadion yang penuh membuat Persib seolah memiliki satu pemain ekstra di lapangan.
Ia juga mengapresiasi atmosfer Stadion GBLA dalam beberapa laga kandang terakhir yang dinilai mampu membuat tim tamu tidak nyaman.
“Dalam satu-dua bulan terakhir, ketika bermain di kandang kami sangat dominan. Salah satu alasannya karena banyaknya Bobotoh yang hadir dan memberikan tekanan kepada lawan,” ujarnya.
Baca juga: Super League Indonesia: Persib hadapi PSM, Persija jumpa Bhayangkara
Meski demikian, Hodak kembali mengingatkan agar dukungan tersebut tidak diwujudkan dengan tindakan yang melanggar regulasi, seperti menyalakan flare, karena dapat berujung sanksi dan denda bagi klub.
Lebih lanjut, Hodak mengatakan Persib Bandung saat ini menargetkan kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga posisi di papan atas klasemen Super League 2025/2026.
"Mereka punya pelatih baru dan beberapa pertandingan sebelumnya meraih hasil bagus. Mereka juga punya pemain yang bagus. Ini pertandingan yang tidak mudah," katanya.
Baca juga: Joey Pelupessy dirumorkan ke Persib, I.League sambut positif
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































