Ekonom proyeksikan pangsa NEV capai 31,7 persen penjualan mobil 2026

1 day ago 8

Jakarta (ANTARA) - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk memproyeksikan pangsa kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) mencapai 31,7 persen dari total penjualan mobil secara grosir pada 2026.

Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan penjualan NEV dari pabrik ke diler (wholesales) diperkirakan mencapai sekitar 261.248 unit pada tahun ini dan menjadi penggerak utama pertumbuhan industri otomotif pada semester II 2026.

“Adopsi NEV diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan grosir pada semester II 2026,” kata Irman berdasarkan kajian Indonesia Market Color yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, peningkatan penggunaan NEV didukung biaya operasional yang lebih rendah, pilihan model yang semakin beragam, serta dorongan konsumen untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar konvensional.

"Harga bahan bakar yang relatif tinggi turut membuat konsumen mempertimbangkan kendaraan dengan biaya penggunaan harian yang lebih rendah, terutama untuk mobilitas perkotaan," ujarnya.

Ekonom Bank Danamon mencatat terdapat 26 model kendaraan roda empat baru yang diluncurkan pada Juli 2026 sehingga jumlah peluncuran sepanjang Januari–Juli mencapai 50 model.

Sebanyak 78 persen dari peluncuran model pada Juli merupakan kendaraan energi baru. Kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) mengambil porsi 52 persen dari total model yang diperkenalkan pada bulan tersebut.

Sebagian besar BEV yang diluncurkan berada pada rentang harga Rp300 juta hingga Rp500 juta dan menyasar konsumen kelas menengah perkotaan.

Selain BEV, produsen otomotif juga memperkenalkan kendaraan hibrida plug-in (PHEV) dan kendaraan listrik dengan teknologi penambah jarak tempuh (REEV), yang dinilai dapat menjawab kekhawatiran konsumen mengenai jarak perjalanan.

"Diperkirakan pertumbuhan BEV akan lebih kuat di wilayah Jakarta dan sekitarnya karena dukungan infrastruktur pengisian daya dan kebijakan yang lebih berkembang," tutur dia.

Sementara itu, lanjut Irman, PHEV dan REEV diperkirakan semakin diminati konsumen perkotaan di luar Jakarta karena menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Data registrasi kendaraan yang diolah Ekonom Bank Danamon dalam kajian menunjukkan pendaftaran mobil baru pada Juli 2026 mencapai 76.412 unit atau tumbuh 9,8 persen secara tahunan.

Registrasi sepeda motor baru pada periode yang sama mencapai 571.544 unit atau meningkat 5,1 persen secara tahunan.

"Meski tetap tumbuh, perlambatan laju registrasi menunjukkan permintaan kendaraan masih menghadapi tekanan," ungkapnya.

Dari sisi kebijakan, pemerintah menyalurkan insentif perpajakan terkait NEV senilai Rp4,2 triliun pada 2025, berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat yang telah diaudit. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp3,9 triliun dialokasikan untuk BEV.

Dukungan insentif, penambahan pilihan kendaraan, dan persaingan harga meningkatkan pangsa pasar NEV dari 12,1 persen pada 2024 menjadi 21,9 persen pada 2025.

Namun, ekonom Bank Danamon menilai peningkatan insentif perlu diiringi penguatan keterjangkauan harga, infrastruktur pengisian daya, dan keberagaman model agar pertumbuhan pasar kendaraan energi baru dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Baca juga: Indonesia dapat perkuat kedaulatan energi baru di tengah krisis global

Baca juga: Penjualan mobil energi baru di China catat pertumbuhan stabil

Baca juga: Wuling bidik pengembangan bisnis dan kerja sama dengan para mitra di Indonesia

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |