DPR nilai pembangunan kampus STEM tingkatkan mutu pendidikan

2 weeks ago 5

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai rencana pembangunan kampus berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) serta kedokteran dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional.

Menurut Fikri, upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan mendesak Indonesia untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia, mengingat berbagai indikator pendidikan internasional masih menempatkan Indonesia pada posisi kurang kompetitif.

“Langkah ini logis diambil, mengingat berdasarkan World University Ranking, perguruan tinggi terbaik di Indonesia saat ini baru mampu menempati peringkat 189 dunia, sehingga diperlukan intervensi standar internasional yang konkret untuk mengejar ketertinggalan tersebut," kata dia di Jakarta, Jumat.

Ia lalu mencontohkan, berdasarkan data UNESCO, kualitas pendidikan Indonesia berada di peringkat 10 dari 14 negara berkembang. Sementara itu, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis OECD menempatkan Indonesia pada peringkat 70 dari 74 negara dalam aspek literasi, numerasi, dan sains.

Meskipun demikian, Fikri mengingatkan pemerintah agar modernisasi pendidikan melalui pendekatan STEM dan kurikulum global itu tidak mengenyampingkan pembentukan karakter, budaya, serta nilai-nilai luhur bangsa.

Baca juga: Gandeng universitas top Inggris, Prabowo akan bangun kampus STEM di RI

Ia menegaskan bahwa pendidikan nasional tidak boleh semata-mata mengejar pengakuan global, tetapi juga harus tetap berlandaskan pada jati diri bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 ayat 3 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pasal itu mengamanatkan agar pemerintah wajib menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia, di tengah kompetisi dan standardisasi kurikulum global yang semakin ketat.

Berikutnya, Fikri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal arah kebijakan pendidikan nasional agar peningkatan mutu akademik berjalan seiring dengan penguatan karakter dan budaya bangsa.

"Kita harus bersama-sama mengawal agar pendidikan ke depan tidak justru mereduksi potensi bangsa kita yang unggul di bidang budaya dan karakter budi luhur yang justru tidak dimiliki bangsa lain," kata dia.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk membangun sepuluh kampus baru bidang kedokteran dan STEM hingga pertukaran dosen dari Inggris dalam kerangka kerja sama pendidikan dengan Inggris.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menjajaki kerja sama pendidikan tersebut dalam pertemuan bersama profesor dari pimpinan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya pada forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris, Selasa (20/1).

Baca juga: Prabowo bangun kampus baru STEM hingga pertukaran dosen dari Inggris
Baca juga: Prabowo ingin mahasiswa penerima beasiswa diperbanyak, STEM prioritas

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |