DPR dukung Jatim kembangkan ekraf berbasis talenta dan AI

5 hours ago 2

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - DPR RI mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kualitas talenta, penyediaan ruang berkarya, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bertanggung jawab guna meningkatkan daya saing daerah.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan pemanfaatan AI telah berkembang di berbagai subsektor ekonomi kreatif mulai dari produksi film pendek, musik, hingga karya kreatif lainnya.

"Ini positif untuk memperkenalkan teknologi kepada generasi muda. Namun penggunaannya harus tetap dalam konteks yang bertanggung jawab. AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan menggantikan seluruh pekerjaan manusia," katanya saat menyampaikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam reses Komisi VII DPR RI di Surabaya, Jatim, Jumat.

Chusnunia menegaskan AI perlu dimanfaatkan untuk mempermudah proses kerja dan meningkatkan produktivitas dan bukan menyerahkan seluruh proses kreatif kepada teknologi.

Selain pemanfaatan teknologi, Komisi VII DPR juga mendorong pemerintah daerah memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pengembangan talenta.

Menurut dia, pemerintah perlu memberikan fasilitasi kepada para pelaku kreatif agar memiliki kesempatan menampilkan karya dan mengembangkan potensinya.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku ekonomi kreatif khususnya di bidang musik dan seni pertunjukan adalah keterbatasan sarana dan prasarana.

"Kalau berbicara tentang pengembangan talenta, pemerintah daerah harus hadir memberikan fasilitas. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, mereka juga perlu menyediakan ruang untuk berekspresi dan berkarya," ujarnya.

Ia mencontohkan penyelenggaraan Prambanan Jazz yang kini mampu menarik sekitar 85 ribu pengunjung merupakan bukti bahwa pengembangan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan proses yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan perputaran ekonomi yang kini mencapai triliunan rupiah per tahun dari penyelenggaraan acara tersebut merupakan hasil pembangunan ekosistem selama sekitar 12 tahun.

"Kalau kegiatan serupa bisa hadir lebih banyak di Jawa Timur, dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tentu pertumbuhan ekonomi daerah juga bisa lebih baik lagi," katanya.

Terlebih, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional karena kontribusinya terhadap sektor ekonomi kreatif nasional mencapai sekitar 20 hingga 21 persen sedangkan kontribusi pada sektor pariwisata hampir mencapai 28 persen.

Ia menyoroti potensi destinasi unggulan Jawa Timur seperti Bromo dan Kawah Ijen yang dinilai masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

Ia menekankan pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif tidak perlu terpusat pada satu kawasan saja, melainkan dapat diperluas ke berbagai wilayah lain yang memiliki potensi serupa.

"Potensi yang ada harus terus dieksplorasi secara maksimal sehingga kontribusinya terhadap perekonomian daerah terus meningkat, tidak hanya bertumpu pada capaian yang ada saat ini," ujarnya.

Baca juga: DPR dorong regulasi perfilman tingkatkan PNBP sektor ekonomi kreatif

Baca juga: DPR minta Kemenekraf optimalkan skema pembiayaan pelaku ekraf

Baca juga: Komisi VII DPR dorong penguatan storytelling dan ekraf di desa wisata

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |