Kota Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten menyebutkan bisnis hunian menjadi salah satu sektor investasi yang mengalami peningkatan pesat pada tahun 2025 berdasarkan data realisasi investasi yang menembus Rp130,2 triliun dan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Capaian tersebut membawa Banten naik ke peringkat empat nasional dalam realisasi investasi. Ini jadi indikator kuat bahwa iklim usaha di provinsi ini semakin menarik di mata investor domestik dan asing," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti di Kota Tangerang, Sabtu.
Virgojanti menambahkan salah satu daerah yang menjadi motor pertumbuhan investasi di Banten adalah Kabupaten Tangerang.
Menurut data realisasi investasi 2025 versi DPMPTSP Kabupaten Tangerang, nilai investasi di wilayah ini mencapai lebih dari Rp37,6 triliun.
"Pencapaian tersebut tak hanya mencerminkan keunggulan sektor industri dan infrastruktur, tetapi juga menjadi indikator posisi strategis Kabupaten Tangerang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pertumbuhan investasi yang stabil di wilayah ini membuka peluang besar bagi sektor properti dan hunian untuk terus berkembang pada 2026," ujarnya.
Direktur Paramount Land Chrissandy Dave mengatakan pertumbuhan investasi di Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, menjadi katalis penting bagi sektor hunian.
“Kami melihat 2026 sebagai momentum pertumbuhan yang sangat baik bagi bisnis hunian. Investasi yang masuk ke Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, menciptakan permintaan nyata terhadap hunian berkualitas,” ujarnya.
Khusus tahun 2026, lanjut Chris, tren hunian diprediksi mengarah pada kawasan terpadu yang tidak hanya menawarkan rumah, tetapi juga lingkungan yang lengkap, nyaman dan berkelanjutan. Konsumen kini semakin selektif dan mencari hunian yang memiliki nilai tambah jangka panjang.
“Hunian tidak lagi sekadar tempat tinggal, tetapi juga aset investasi. Faktor akses tol, fasilitas kota, ruang terbuka hijau dan konsep kawasan terpadu menjadi pertimbangan utama konsumen,” kata dia.
Dengan fondasi investasi yang kuat di 2025, prospek bisnis hunian di 2026 diyakini terus bertumbuh, khususnya di kawasan-kawasan strategis seperti Kabupaten Tangerang.
Dukungan pemerintah daerah melalui kemudahan perizinan serta pengembangan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut.
"Sinergi antara pemerintah dan pengembang diyakini mampu menciptakan ekosistem hunian yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya.
Baca juga: Investasi Banten capai Rp130,2 triliun sepanjang 2025
Baca juga: Dedi: BJB peluang jadi terbesar di RI garap ekosistem investasi Jabar
Baca juga: Realisasi investasi Banten pada 2025 capai Rp130 triliun
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































