Djony Bunarto Tjondro: Astra perkuat fondasi menuju tujuh dekade, menjaga akar, menumbuhkan masa depan

4 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menjelang usia ke-70 tahun, PT Astra International Tbk menegaskan strategi penguatan fondasi nilai, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta diversifikasi portofolio usaha sebagai kunci menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika global.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam wawancara bersama Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan perjalanan panjang Astra selama 69 tahun tidak sekadar mencerminkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga kontribusi berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.

“Enam puluh sembilan tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kisah tentang jutaan langkah yang tumbuh dan bergerak bersama bangsa,” ujar Djony

Menurut Djony, fondasi utama yang membuat Astra tetap bertahan dan relevan sejak berdiri adalah filosofi “pohon rindang” yang diwariskan oleh pendiri Astra William Soeryadjaya. Filosofi tersebut menggambarkan peran Astra sebagai perusahaan yang tidak hanya bertumbuh kuat, tetapi juga mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Filosofi tersebut diwujudkan melalui nilai-nilai Catur Dharma yang menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan. Djony menegaskan bahwa Catur Dharma bukan sekadar prinsip normatif, melainkan nilai yang dihidupi dalam operasional sehari-hari.

“Nilai ini menjadi kompas bagi seluruh insan Astra, memastikan arah perusahaan tetap jelas di tengah berbagai dinamika,” katanya.

Dalam implementasinya, Astra menerjemahkan nilai tersebut ke dalam strategi 3P Roadmap yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution. Strategi ini dirancang untuk menyeimbangkan kinerja bisnis dengan aspek keberlanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi perubahan.

Djony menambahkan bahwa selain nilai, faktor manusia atau people legacy menjadi elemen penting dalam menjaga kesinambungan Astra dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurut dia, perusahaan tidak hanya dibangun oleh sistem dan strategi, tetapi oleh orang-orang yang menjalankannya.

“Astra terus mencari dan mengembangkan talenta baru, serta menyiapkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter dan integritas,” ujarnya.

Pengembangan SDM dilakukan melalui berbagai program, seperti rotasi lintas lini bisnis, penugasan strategis, serta peningkatan tanggung jawab secara bertahap. Langkah ini bertujuan memberikan pengalaman yang komprehensif bagi calon pemimpin Astra.

Djony menekankan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di Astra dilakukan secara terencana dan tidak bersifat mendadak. Suksesi kepemimpinan telah dipersiapkan beberapa tahun sebelumnya untuk memastikan kesinambungan organisasi.

“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya,” katanya.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kedua kiri), Direksi Astra, beserta Eksekutif Astra dalam perayaan HUT ke-69 Astra pada 20 Februari 2026. (ANTARA/HO)

Dari sisi kinerja, Astra mencatat pertumbuhan yang konsisten dalam enam tahun terakhir. Laba bersih perusahaan meningkat dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini terjadi meski Astra menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19 hingga dinamika ekonomi global.

Pada 2020, pandemi memberikan tekanan signifikan terhadap hampir seluruh lini bisnis Astra, disertai kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, Astra mampu beradaptasi dan memperkuat ketahanan bisnisnya.

Djony menjelaskan bahwa ketangguhan tersebut didukung oleh portofolio usaha yang terdiversifikasi secara terukur, pengalaman operasional puluhan tahun, serta komitmen menjaga kualitas produk dan layanan.

Saat ini, Astra memiliki 321 anak perusahaan yang didukung lebih dari 190.000 karyawan, meningkat dari 236 entitas pada 2020. Seluruh entitas tersebut tersebar di tujuh lini bisnis utama, yaitu otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, serta infrastruktur dan teknologi informasi.

“Diversifikasi yang dikelola dengan baik memungkinkan stabilitas kinerja di berbagai siklus ekonomi,” ujar Djony.

Selain memperkuat bisnis yang ada, Astra juga melakukan ekspansi ke sektor-sektor baru yang berdekatan maupun berbeda dari lini usaha utama. Di antaranya adalah peningkatan investasi di segmen mobil bekas, pengembangan produk pembiayaan multiguna, hingga layanan perbankan digital.

Astra juga mulai menjajaki peluang di sektor layanan kesehatan dan mineral non-batubara sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Menurut Djony, ekspansi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Setiap langkah ekspansi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk memastikan penguatan portofolio dan penciptaan nilai jangka panjang,” katanya.

Secara strategis, Astra membagi pengelolaan portofolio ke dalam tiga kelompok utama, yakni optimalisasi bisnis yang sudah ada, pengembangan lini usaha terkait, serta investasi di sektor baru. Ketiga aspek ini menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan antara kinerja jangka pendek dan transformasi jangka panjang.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kiri) saat memberikan penghargaan pada acara Awarding 15th SATU Indonesia Awards 2024. (ANTARA/HO)

Di sisi lain, Astra juga menaruh perhatian besar pada kontribusi sosial sebagai bagian dari visi “Sejahtera Bersama Bangsa”. Djony menegaskan bahwa perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sosial.

Salah satu implementasi komitmen tersebut adalah melalui program Desa Sejahtera Astra yang mencakup empat bidang utama, yaitu kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.

Selain itu, Astra juga menginisiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda yang berkontribusi positif bagi masyarakat. Hingga kini, program tersebut telah melahirkan ratusan pemuda inspiratif dari berbagai daerah.

Dalam bidang kemanusiaan, Astra menjalankan program Nurani Astra yang berfokus pada penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana dan kondisi darurat.

Menurut Djony, seluruh inisiatif tersebut mencerminkan komitmen Astra dalam menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan, terukur, dan berdampak luas, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Ke depan, Astra memandang tantangan akan semakin kompleks, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga terkait dinamika sosial, ekonomi, dan geopolitik global. Namun, dengan fondasi nilai yang kuat dan semangat adaptasi, Astra optimistis dapat terus berkembang.

Continuity gives stability, but values give eternity. Perusahaan besar dibangun lintas generasi dengan menjunjung nilai dan keberanian menghadapi masa depan,” ujar Djony.

Dengan mengedepankan nilai Catur Dharma, penguatan SDM, serta strategi diversifikasi yang disiplin, Astra menargetkan dapat terus menjadi perusahaan kebanggaan bangsa sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia di masa depan

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |