Di WEF, Kadin tekankan sinergi untuk tarik investasi digital ke RI

2 weeks ago 15

Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat daya tarik investasi digital, yang disampaikan dalam diskusi Paviliun Indonesia, World Economic Forum (WEF), Davos, Swiss.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino Vega, dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat, menilai ekosistem digital nasional membutuhkan kolaborasi erat lintas pemangku kepentingan agar potensi ekonomi digital Indonesia dapat dimaksimalkan dan dipercaya investor global.

"Kami memiliki banyak kebijakan yang baik. Dalam investasi digital, ada dua jenis inklusi digital. Pertama, proses yang sudah diotomatisasi tetapi masih berbasis manual. Kedua, disbursement, yaitu proses yang benar-benar berbeda karena peran digital jauh lebih besar dan lebih menyeluruh," ujarnya.

Diskusi dengan tema "Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy", yang digelar di Indonesia Pavilion WEF, Rabu (21/1/2026) itu, kata dia, menjadi bagian dari agenda strategis untuk menempatkan transformasi digital sebagai pengungkit daya saing ekonomi nasional sekaligus magnet investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Diskusi itu menyoroti kesiapan Indonesia dari sisi pasar, infrastruktur, hingga kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet nasional telah melampaui 79 persen populasi. Dengan basis pengguna yang besar tersebut, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, mencapai 82 miliar dolar AS dan diproyeksikan terus meningkat seiring adopsi teknologi lintas sektor.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Erwin Hidayat Abdullah menekankan pentingnya kepercayaan dan arah kebijakan yang jelas dalam membangun ekosistem digital nasional.

"Kata kuncinya adalah urutan dan keseimbangan. Kita tidak bisa tumbuh tanpa kepercayaan, kepercayaan adalah prasyarat pertumbuhan. Kapabilitas harus dibangun sebelum memasuki ranah komersial. Dan arah harus ditetapkan sebelum modal digerakkan," kata Erwin.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini menekankan bahwa infrastruktur digital merupakan fondasi utama digitalisasi nasional.

"Konektivitas sangat penting bagi digitalisasi. Fondasi utama untuk mewujudkan konektivitas yang baik adalah tersedianya infrastruktur digital yang komprehensif," ujar Dian.

Lebih lanjut, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menilai layanan digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia dan berperan besar dalam memperluas inklusi ekonomi, khususnya bagi UMKM.

"Saat ini, satu dari empat masyarakat Indonesia telah menggunakan layanan berbasis daring, menjadikan layanan digital sebagai bagian dari DNA masyarakat Indonesia. Kami menghadirkan layanan yang menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang disediakan oleh pemerintah, kami menetapkan prinsip panduan bagi UMKM, yaitu memastikan platform kami dapat diakses oleh seluruh pelaku usaha di setiap tahap pengembangan, dari memulai, bertumbuh, hingga memperluas usaha," ucapnya.

Melalui Indonesia Pavilion bertema Endless Horizons yang digelar selama ajang WEF Davos 2026, 19-23 Januari, pemerintah dan dunia usaha menyampaikan pesan kuat kepada komunitas global bahwa Indonesia siap menjadi tujuan utama investasi digital dengan mengedepankan sinergi, kepastian kebijakan, dan komitmen jangka panjang terhadap pembangunan ekonomi digital berkelanjutan.

Baca juga: Di WEF, Rosan: Investor pandang RI miliki pertumbuhan ekonomi stabil

Baca juga: Di WEF, Prabowo undang pemimpin dunia ke Ocean Impact Summit di Bali

Baca juga: Prabowo sebut Indonesia mitra setara investor global lewat Danantara

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |