China siap bahas AI dengan Amerika di tataran kepala negara

4 hours ago 3

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China mengaku siap membahas mengenai kecerdasan buatan (AI) dengan Amerika Serikat di level kepala kedua negara.

"Diplomasi kepala negara memainkan peran yang tidak tergantikan dalam memberikan arahan strategis bagi hubungan China-AS. Kami siap bekerja sama dengan AS untuk melaksanakan kesepahaman penting yang telah dicapai oleh kedua presiden mengenai AI," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Jumat.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan akan membahas isu kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan tatap muka kedua pemimpin tersebut di Washington pada September mendatang.

"Saya selalu mengatakan bahwa tujuan Amerika harus mendominasi masa depan, dan itu termasuk menjadi negara adidaya nomor satu dalam kecerdasan artifisial," kata Trump dalam sebuah acara di Washington yang mengumumkan inisiatif untuk melindungi warga Amerika dari kenaikan tagihan listrik akibat pertumbuhan pesat pusat data AI.

"Kami memimpin China. Kami ingin mempertahankan posisi itu," ujar Trump. "Presiden Xi akan datang pada 24 September, dan kami telah membicarakan hal itu ketika saya berada di Beijing, dan kami akan membahasnya lagi."

Saat ini, Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu juga berada di Washington DC untuk bertemu Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau, Direktur Senior untuk Urusan Asia pada Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Ivan J. Kanapathy dan Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Elbridge A. Colby.

"Delegasi China-AS bertukar pandangan secara mendalam mengenai tindak lanjut atas kesepahaman penting yang dicapai para pemimpin China dan AS, serta upaya membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis," tambah Lin Jian.

Lin Jian juga menegaskan bahwa AI merupakan salah satu agenda dengan prioritas tertinggi di dunia saat ini.

Pada Kamis (23/7), Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengisyaratkan bahwa dugaan pencurian teknologi AI oleh China dari perusahaan-perusahaan Amerika kemungkinan akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan puncak tersebut.

"Selalu ada berbagai topik yang dibahas. Saya membayangkan ini akan menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi presiden dan pemerintahan ini," kata Leavitt dalam konferensi pers ketika ditanya mengenai dugaan tersebut.

Pernyataan mereka disampaikan sehari setelah Amerika Serikat menuduh perusahaan rintisan AI asal China, Moonshot AI, mencuri teknologi dari model paling mutakhir milik Anthropic, Claude Fable 5.

Penasihat utama teknologi Gedung Putih Michael Kratsios mengatakan pemerintah AS memiliki informasi yang menunjukkan Moonshot AI memanfaatkan model Claude Fable 5 milik Anthropic untuk melatih model AI terbarunya, Kimi K3, melalui teknik distillation.

Tuduhan tersebut muncul di tengah meredanya ketegangan hubungan Washington dan Beijing, ketika kedua negara tengah mempersiapkan pertemuan puncak di Gedung Putih.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan ini bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Manila guna mempersiapkan kunjungan Xi.

Pada pertengahan Mei, Trump mengunjungi Beijing dan sepakat dengan Xi untuk menstabilkan hubungan kedua negara meski masih diwarnai berbagai perbedaan.

Dalam kunjungan tersebut, Trump juga mengundang Xi Jinping untuk melakukan kunjungan ke Gedung Putih pada 24 September 2026.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |