Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menyatakan sedang melakukan upaya penanganan terpadu pada daerah aliran sungai (DAS) Peusangan Aceh mulai dari hulu hingga hilir pascabencana banjir dan longsor Aceh.
"Dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, Kementerian PU berkomitmen melakukan penanganan DAS Peusangan secara komprehensif dan terpadu, mulai dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir sungai," kata Kepala BWS Sumatera I Asyari, di Banda Aceh, Sabtu.
Dia menyampaikan, pascabencana, DAS Peusangan menjadi perhatian serius, karena telah menimbulkan berbagai kerusakan pada infrastruktur sumber daya air serta mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat di sepanjang aliran sungai.
DAS Peusangan merupakan sungai di Aceh yang melintasi empat daerah, dimulai dari hulunya di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan bermuara ke Bireuen hingga Lhokseumawe.
Asyari mengatakan, saat ini, tim teknis dari Balai Teknik Sungai, Balai Teknik Sabo, dan Balai Teknik Irigasi di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU sedang melakukan pendataan lapangan serta penyusunan desain penanganan menyeluruh DAS Peusangan.
Ia menyebutkan, di bagian hulu sungai yang berada di wilayah Kabupaten Bener Meriah, direncanakan bakal dilakukan pembangunan sabo dam (bangunan pengendali) dan sand pocket (kolam penampung sedimen).
Baca juga: Kementerian PU kerahkan 21 alat berat untuk pemulihan sungai di Aceh
"Infrastruktur ini berfungsi untuk menahan dan mengendalikan material sedimen berupa kayu, batu, dan debris lainnya agar tidak terbawa ke wilayah hilir saat terjadi banjir," ujarnya.
Kemudian, di bagian tengah DAS Peusangan, fokus penanganan diarahkan pada perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air yang mengalami kerusakan, antara lain bendung Pante Lhong, bendung karet, jembatan, serta penguatan tebing sungai.
"Upaya ini bertujuan untuk melindungi kawasan permukiman, fasilitas umum, serta mendukung keberlanjutan fungsi infrastruktur yang ada," katanya.
Sedangkan di hilirnya, lanjut Asyari, dilakukan pengerukan sungai dan perbaikan muara guna meningkatkan kapasitas aliran sungai. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mendukung kelancaran aktivitas nelayan di kawasan muara.
Selain itu, dalam upaya rehabilitasi pascabencana di kawasan DAS Peusangan, BWS Aceh juga memaksimalkan bendung Pante Lhong di wilayah Kabupaten Bireuen, serta membantu membersihkan kayu bekas banjir di aliran sungai.
Baca juga: Menteri LH tinjau degradasi DAS di Aceh, indikasi aktivitas ilegal
"Melalui penanganan terpadu dari hulu hingga hilir ini, diharapkan risiko banjir dan kerusakan lingkungan di DAS Peusangan dapat diminimalkan, serta tercipta sistem pengelolaan sungai yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat," demikian Asyari.
.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































