Bulog Tanjungpinang datangkan 200 ribu liter Minyakita

4 days ago 4
Minyakita sudah mulai disalurkan kepada masyarakat sejak sepekan terakhir

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendatangkan 200 ribu liter minyak goreng kemasan merek Minyakita untuk didistribusikan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilisasi harga di pasaran.

Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan Minyakita tersebut mulai didatangkan secara bertahap pada awal tahun 2026, yang bersumber dari PT Sinar Mas Jakarta dan PT Musim Mas Batam.

"Bulog mendapat penugasan pemerintah untuk menyalurkan 35 persen dari kuota Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita secara nasional, berdasarkan Permendag Nomor 43 Tahun 2025," kata Arief di Tanjungpinang, Sabtu.

Menurut Arief, penyaluran Minyakita akan difokuskan melalui pasar yang menjadi lokasi pemantauan harga komoditas Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten/kota setempat, di antaranya Pasar Bintan Center, Kota Tanjungpinang.

Selain itu, Minyakita juga disalurkan lewat pasar lainnya seperti Pasar Baru Tanjungpinang, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) mitra Bulog, serta Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KDMP).

Ia menjelaskan harga tebusan Minyakita di Gudang Bulog Rp14.500 per liter, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

"Minyakita sudah mulai disalurkan kepada masyarakat sejak sepekan terakhir," ungkapnya.

Arief melanjutkan sebanyak 200 ribu liter Minyakita itu disalurkan untuk empat wilayah kerja Bulog Tanjungpinang, meliputi Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Menurut dia, permintaan Minyakita tergolong tinggi atau mencapai 100 ribu liter per bulan, karena harganya terjangkau dan berkualitas baik.

Pihaknya bersama pihak terkait mengawasi ketat pendistribusian Minyakita melalui aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) guna memastikan penyalurannya tepat sasaran dan dijual sesuai HET. Bagi yang menjual di atas HET, akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Para pedagang pun diminta memasang spanduk berisi informasi penjualan Minyakita supaya diketahui masyarakat luas.

"Penjualan Minyakita dibatasi 11 liter per keluarga. Harapannya, Minyakita dapat menyebar dan dinikmati semua lapisan masyarakat," demikian Arief.

Baca juga: Bulog Tanjungpinang sebut stok beras cukup hingga Idul Fitri 1447 H

Baca juga: Bulog Tanjungpinang siap salurkan beras SPHP lewat kopdes merah putih

Baca juga: Bulog Tanjungpinang siapkan 497 ton bantuan beras untuk 24.877 KPM

Pewarta: Ogen
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |