Palembang (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai sekitar 26 ribu ton hingga Agustus 2026.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan di Palembang, Kamis, mengatakan penyaluran tersebut mendekati target yang telah ditetapkan pemerintah hingga akhir tahun.
"Khusus SPHP, kita dikasih target sampai Desember nanti 33.300 ton. Saat ini sudah mencapai 26.000 ton," katanya.
Bulog Sumsel Babel juga telah mengajukan tambahan alokasi apabila kebutuhan beras SPHP meningkat hingga akhir tahun.
"Kita sudah minta alokasi tambahan apabila nanti sampai Desember memang dibutuhkan, kita siap tambah," ujarnya.
Dalam upaya memperluas penyaluran beras SPHP, Bulog Sumsel Babel bekerja sama dengan Perumda Pasar Palembang untuk memastikan ketersediaan beras bersubsidi tersebut dapat menjangkau masyarakat.
Baca juga: Bapanas: Distribusi 1,65 juta ton CBP upaya kendalikan harga beras
Baca juga: Bulog Medan tingkatkan penyaluran beras SPHP jaga stabilitas harga
Selain menyalurkan stok, Bulog juga mempermudah proses dan persyaratan kemitraan agar distribusi beras dapat berlangsung lebih cepat.
Bagi mitra koperasi, persyaratan yang diperlukan cukup melampirkan surat rekomendasi binaan dari Dinas Koperasi. Sementara bagi calon mitra yang belum memahami proses administrasi, Bulog memberikan pendampingan secara langsung, termasuk penggunaan aplikasi Klik SPHP.
"Yang agak sulit, kurang paham, kita ajari di sini. Sampai kita, aplikasi Klik SPHP itu kita ajari," katanya.
Bulog juga melakukan pengawasan terhadap penyaluran beras SPHP di tingkat pedagang pasar. Pedagang yang menjual beras SPHP di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) akan dikenai sanksi hingga pencabutan sebagai penyalur.
Sementara itu, petugas pasar yang terbukti melakukan pelanggaran juga akan diberhentikan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan beras SPHP dapat dibeli masyarakat sesuai ketentuan pemerintah dengan harga Rp12.500 per kilogram.
Pihaknya juga tidak akan segan mengambil tindakan terhadap pedagang yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Bagi masyarakat yang menemukan ada pedagang pasar yang nakal, silakan lapor ke kita. Kita akan tegur dia. Satu, dua, tidak mau juga, kita tarik," kata Ihsan.
Baca juga: Harga beras naik, pengamat nilai operasi pasar SPHP perlu diperkuat
Baca juga: Bapanas salurkan 610,3 ribu ton beras SPHP hingga 8 Agustus 2026
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































