BRIN kaji pemanfaatan singkong untuk penanganan karhutla

3 weeks ago 30

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan pihaknya tengah mengkaji pemanfaatan singkong sebagai salah satu alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Arif mengatakan kajian tersebut secara teoritik memungkinkan untuk diterapkan. BRIN juga telah berkoordinasi dengan Polri untuk menyiapkan pemanfaatan teknologi tersebut dalam penanganan karhutla.

"BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan, dan BRIN sudah berkoordinasi dengan Polri dalam rangka untuk menyiapkan itu," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Baca juga: BRIN dorong penerapan geoinformatika atasi karhutla di Indonesia

Menurut dia, saat ini BRIN masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait persiapan penerapan teknologi tersebut. Ia berharap hasil persiapan itu dapat segera diperoleh dalam waktu dekat.

"Persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya," ujarnya.

Selain mengkaji pemanfaatan singkong, Arif mengatakan BRIN juga berkoordinasi dengan Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam penanganan karhutla, termasuk melalui teknologi modifikasi cuaca.

Baca juga: BRIN kaji opsi "pembakaran terkendali" saat luas karhutla melonjak

Arif menyebut BRIN telah menemukan sejumlah material yang dinilai lebih efisien untuk digunakan dalam operasi modifikasi cuaca, di antaranya Jumakron dan natrium klorida (NaCl) berukuran 25 mikron.

"BRIN menemukan juga beberapa teknologi, material untuk modifikasi cuaca seperti Jumakron, NaCl 25 mikron yang memang itu lebih efisien untuk digunakan dalam teknologi modifikasi cuaca," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan "ubi bombing" bisa menjadi alternatif untuk metode penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga api dapat dipadamkan secara lebih cepat, efektif, dan menyeluruh.

Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8), Presiden meminta agar inovasi berbahan baku ubi atau singkong itu segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala yang lebih besar.

Kepala Negara juga meminta kebutuhan anggaran produksinya segera diajukan sehingga pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya.

Baca juga: BRIN ajak warga berpartisipasi cegah kebakaran lahan dengan Simocakap

Baca juga: Pakar: UU PPLH buka peluang penerapan pembakaran terkendali terbatas

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |