BPS terjunkan 510 mahasiswa STIS ke wilayah terdampak bencana Sumatera

3 weeks ago 16
Pendataan ini merupakan wujud komitmen BPS dan Polstat STIS untuk memenuhi arahan Presiden (Prabowo Subianto) agar mahasiswa kedinasan dapat turun dan memberikan kontribusi di wilayah terdampak bencana,

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) memberangkatkan total 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) untuk melakukan pendataan wilayah terdampak bencana di Sumatera sebagai bagian dari Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-bencana Alam.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, sesuai Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-bencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat, pihaknya berperan sebagai koordinator bidang pengelolaan data satgas tersebut.

“Pendataan ini merupakan wujud komitmen BPS dan Polstat STIS untuk memenuhi arahan Presiden (Prabowo Subianto) agar mahasiswa kedinasan dapat turun dan memberikan kontribusi di wilayah terdampak bencana,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Rabu.

Ia menuturkan, nantinya para mahasiswa tersebut bertugas bersama pegawai BPS sebagai enumerator atau petugas lapangan yang mengumpulkan data dan informasi secara langsung untuk mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, serta infrastruktur yang rusak.

Baca juga: BNPB: Pendataan akurat percepat rehabilitasi daerah terdampak bencana

Ia mengatakan, pendataan akan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga, pendataan di pengungsian, serta pencatatan kondisi bangunan atau infrastruktur berbasis foto dan titik koordinat (geotagging).

Data yang dihimpun akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hasil pendataan akan menjadi dasar bagi satgas penanganan bencana dalam menyusun upaya rehabilitasi dan rekonstruksi agar bantuan dan program pemulihan dapat disalurkan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan bantuan kemanusiaan ini sesuai dengan keahlian mahasiswa Polstat STIS, yaitu melakukan pendataan. Hasilnya akan menghasilkan dan memperkaya statistik kebencanaan,” kata Amalia.

Baca juga: Pemkot Medan-Kemendagri lakukan pendataan akibat dampak bencana

Penugasan para mahasiswa ke wilayah bencana tersebut terintegrasi dengan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 Polstat STIS. Total 240 mahasiswa diberangkatkan menggunakan pesawat C130 Hercules TNI AU dalam dua kloter pada dua hari berbeda.

Pemberangkatan perdana dilaksanakan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu pagi. Sementara itu, mahasiswa lainnya akan diberangkatkan menggunakan pesawat komersial.

Selain peserta didik Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat serta 1.059 pegawai BPS di 52 kabupaten/kota terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam tugas pendataan tersebut.

Baca juga: Mendagri: Percepat pendataan rumah rusak akibat bencana di Sumatera

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |