Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengemukakan bahwa penguatan sistem pengawasan obat dan makanan menjadi kunci dalam menjamin keamanan akses kesehatan masyarakat Indonesia.
Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian peringatan 25 tahun BPOM yang ditandai dengan penyelenggaraan BPOM Expo 2026, di kompleks Perkantoran BPOM RI, Jakarta.
"Salah satu hadiah terindah pada hari ulang tahun kali ini adalah BPOM telah sejajar dengan national regulatory authority negara maju, dengan secara resmi menjadi WHO Listed Authority," kata Taruna dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
WHO Listed Authority (WLA) adalah status pengakuan global yang diberikan oleh WHO kepada lembaga regulator obat dan makanan suatu negara yang telah memenuhi standar internasional tertinggi dalam hal keamanan, kualitas, dan efektivitas.
Baca juga: 25 Tahun BPOM, Pengawasan obat–makanan berdampak ekonomi Rp50,8 T
Menurut Taruna, BPOM Expo menjadi ruang temu lintas sektor antara regulator, industri, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem kesehatan nasional dalam berkolaborasi memastikan setiap produk obat, pangan, dan suplemen yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat.
Status tersebut, kata Taruna, sekaligus menandai penguatan kredibilitas BPOM dalam melindungi konsumen sekaligus mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional.
BPOM Expo 2026 dihadiri oleh sejumlah menteri, perwakilan asosiasi industri, akademisi internasional, serta jajaran BPOM dari seluruh Indonesia, sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Salah satunya disampaikan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady. Ia menyebut kolaborasi dengan BPOM penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan konsumen.
Baca juga: ANTARA sabet dua penghargaan BPOM sebagai media terbaik 2025
“Momentum 25 tahun BPOM mengingatkan kita bahwa perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama. Industri memiliki peran untuk memastikan setiap produk memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujarnya.
BPOM Expo juga menyoroti model kolaborasi Academic–Business–Government (ABG) yang dinilai efektif dalam mendorong inovasi sekaligus mempercepat akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang aman dan bermutu.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap sinergi antara BPOM dan Kementerian Kesehatan dapat semakin memperkuat iklim investasi sektor kesehatan, tanpa mengabaikan aspek keselamatan publik.
“Dengan regulasi yang kuat dan fasilitatif, industri farmasi nasional dapat berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Menkes.
Peringatan HUT ke-25 BPOM mengusung tema “Komitmen 25 Tahun Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menegaskan bahwa keamanan obat dan makanan merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan ketahanan bangsa.
Baca juga: Polri berkoordinasi Kemenkes dan BPOM rumuskan aturan gas N2O
Baca juga: BPOM tegaskan permintaan pembayaran PNBP via WA adalah penipuan
Pewarta: Andi Firdaus, Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































