Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjaga kelancaran gas bumi di wilayah Jawa Timur dengan memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk memantau penyaluran di tengah penyesuaian pasokan pada awal 2026.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyampaikan pada Januari 2026 terdapat penyesuaian antara pasokan dan kebutuhan gas bumi di Jawa Timur seiring berlangsungnya kegiatan pemeliharaan di fasilitas pemasok gas bumi.
Kondisi tersebut berimplikasi pada pengaturan kuota penyaluran gas bumi kepada pelanggan.
"Untuk itu, rapat koordinasi ini bertujuan untuk mendorong percepatan penyelesaian pemeliharaan, optimalisasi penyaluran gas, serta menjaga keandalan pasokan gas bagi industri strategis agar dampak terhadap aktivitas ekonomi dapat diminimalkan," terangnya saat rapat di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (30/1/2026).
Dalam rapat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pengguna gas bumi di sektor kelistrikan dan pupuk, badan usaha niaga, hingga transporter gas bumi ini, Wahyudi menekankan layanan gas bumi bagi pelanggan kecil di Jawa Timur tetap harus berjalan dengan baik.
Wahyudi menambahkan pemasok gas, transporter dan badan usaha niaga berkoordinasi untuk melakukan monitoring harian secara ketat guna memastikan pelanggan industri tidak terjadi gangguan yang mengakibatkan berhentinya proses produksi.
Pola pengaturan penyaluran gas bumi, lanjutnya, telah dijalankan secara baik dan terkoordinasi.
Demikian pula, pengendalian penyaluran dilakukan secara sinergis antara pemasok hulu, transporter gas bumi, badan usaha niaga, serta pengguna akhir.
"Semoga pemanfaatan gas bumi di Jawa Timur dapat dilaksanakan dengan mengedepankan asas dari akuntabel, fairness (keadilan) dan transparan, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan," katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Komersial PT PGN Tbk Aldiansyah Idham menyampaikan, pihaknya sebagai subholding gas bumi memiliki sistem infrastruktur pipa yang terintegrasi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber pasokan gas bumi bagi pelanggan di berbagai sektor.
"Kebutuhan penyaluran gas ke beberapa konsumen kami baik itu industri, UMKM, komersial dan rumah tangga bisa kontinu. Reliability-nya juga kita jamin, penyaluran ini tetap andal," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Komersial PT Pertamina Gas Ryrien Marisa menyampaikan perusahaannya telah melakukan langkah back up penyaluran gas bumi selama masa pemeliharaan.
Upaya ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan prioritas, khususnya jaringan gas rumah tangga di Mojokerto dan Sidoarjo, serta fasilitas umum seperti rumah sakit.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah Anggota Komite BPH Migas yakni Arief Wardono, Baskara Agung Wibawa, dan Eman Salman Arief, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, General Manager PGN Sales & Operation Region III Hedi Hedianto, serta perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, SKK Migas, PT PLN Energi Primer Indonesia dan PT Petrokimia Gresik.
Baca juga: BPH Migas dorong IT Tanjung Uban perkuat kemandirian energi nasional
Baca juga: Pemerintah pangkas kuota BBM subsidi untuk 2026
Baca juga: BPH Migas tegaskan pengawasan penyaluran BBM subsidi jelang Ramadhan
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































