Jakarta (ANTARA) - Bocoran materi promosi yang memperlihatkan informasi tentang harga pasaran ponsel Samsung Galaxy A37 dan Galaxy A57 beredar daring setelah informasi tentang unit ritel Galaxy A57 beserta harganya mengemuka di Thailand.
Menurut siaran Gizmochina pada Rabu, materi promosi itu menunjukkan ponsel Galaxy A37 5G dengan RAM 8GB dan ROM 256GB harganya 13.999 baht Thailand, sekira Rp7,3 juta.
Harga ponsel Galaxy A57 menurut bocoran materi promosi 17.999 baht Thailand (sekitar Rp9,4 jutaan) untuk varian dengan RAM 12GB dan ROM 256GB.
Menariknya, bocoran informasi harga yang mengemuka hanya untuk pilihan Galaxy A37 dengan memori yang lebih tinggi.
Bocoran informasi sebelumnya menunjukkan kemungkinan hadirnya Galaxy A37 dengan RAM 6GB dan ROM 128GB. Namun, informasi harga perangkat itu belum beredar.
Meski produknya belum dirilis, video unboxing dan pembongkaran unit mengenai ponsel tersebut sudah bermunculan.
Baca juga: Kapasitas baterai Samsung Galaxy Z Flip 8 sama seperti pendahulunya
Galaxy A37 diperkirakan memiliki layar AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz serta menggunakan chip Exynos 1480 dari Samsung.
Dukungan kameranya dikabarkan mencakup sensor utama 50MP ditambah lensa ultra-wide 8MP dan lensa makro 5MP di bagian belakang serta kamera 12MP di bagian depan.
Ponsel dengan baterai 5.000 mAh dan dukungan pengisian daya cepat 45W itu dikabarkan bakal menggunakan sistem operasi OneUI 8.5 berbasis Android 16.
Spesifikasi layar dan dukungan pengisian daya Galaxy A57 diperkirakan kurang lebih sama dengan Galaxy A37.
Hanya chipset dan dukungan kamera yang dikabarkan membedakan kedua perangkat tersebut.
Galaxy A57 diperkirakan dipasangi kamera utama 50MP, kamera makro 5MP, dan kamera ultra-wide 12MP. Perangkat ini kemungkinan menggunakan chip Exynos 1680.
Baca juga: Info spesifikasi Samsung Galaxy A37 dan Galaxy A57 bocor
Baca juga: Spesifikasi POCO X8 Pro Max terungkap dalam bocoran materi promosi
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































