BNPB: Warga mengungsi & petani gagal panen akibat kekeringan di Nduga

3 weeks ago 8
Gagal panen dan sebagian warga terdampak mengungsi

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, memaksa sebagian warga mengungsi serta mengakibatkan petani mengalami gagal panen.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak yang cukup signifikan dari fenomena berkurangnya curah hujan dalam waktu yang lama selama musim kemarau ini.

"Gagal panen dan sebagian warga terdampak mengungsi," kata Berton.

Dia menjelaskan krisis air dan paceklik pangan tersebut melanda dua wilayah utama yakni Kampung Bowisa di Distrik Mugi serta Kampung Mbuwa di Distrik Mbuwa, Kabupaten Nduga.

Baca juga: Bupati Nduga minta OPD mulai antisipasi dampak musim kemarau panjang

Direktorat Pengendalian operasi BNPB melaporkan secara akumulatif terdapat sekitar 1.156 Kepala Keluarga (KK) yang kini berada dalam kondisi terancam kerawanan pangan akibat rusaknya komoditas pertanian warga yang menjadi sumber penghidupan utama mereka.

Gagal panen pada area seluas 2.325 hektare tersebut memicu minimnya ketersediaan bahan pokok di kawasan terdampak, sehingga mendorong pergerakan warga untuk mengungsi guna mencari pasokan kebutuhan dasar.

"Sebagian warga terdampak telah mengungsi ke Distrik Walaik," kata Berton.

Menurut dia, BNPB berharap pemerintah daerah (pemda) setempat bersama pemangku kepentingan terkait bisa mempercepat proses kaji cepat, pemantauan berkala yang akan menjadi acuan intervensi bantuan tanggap darurat sebagai kebutuhan yang mendesak.

Baca juga: BMKG: Musim kemarau Papua Pegunungan bakal berakhir pada akhir Agustus

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |