BNN: RI dan Singapura hadapi ancaman dampak meluas Golden Triangle

2 weeks ago 6
"Dengan demikian keamanan Singapura merupakan bagian tak terpisahkan dari keamanan Indonesia, begitu pula sebaliknya,"

Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyampaikan Indonesia dan Singapura menghadapi ancaman yang sama, khususnya spillover effect atau dampak meluas dari kawasan Golden Triangle atau Segitiga Emas.

Dalam audiensi strategis dengan Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura di Singapura, Selasa (20/1), Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan produksi metamfetamina yang masif di wilayah utara terus mencari celah pasar di kawasan selatan.

"Dengan demikian keamanan Singapura merupakan bagian tak terpisahkan dari keamanan Indonesia, begitu pula sebaliknya," ungkap Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Golden Triangle merupakan tiga negara di Asia Tenggara penghasil narkotika terbesar, yakni Thailand, Myanmar, dan Laos.

Suyudi pun memaparkan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pusat Statistik (BPS), dan BNN, yang menunjukkan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2025 mencapai 2,11 persen atau setara dengan 4,1 juta jiwa penduduk usia produktif (15–64 tahun).

Namun demikian, lanjut dia, salah satu tantangan terbesar yang menjadi perhatian bersama berupa pergeseran modus peredaran narkoba ke New Psychoactive Substances (NPS).

BNN RI mendeteksi maraknya penggunaan etomidate yang dicampurkan ke dalam cairan vape (rokok elektrik). Modus tersebut dinilai sangat berbahaya karena sulit dideteksi secara kasat mata dan sangat populer di kalangan remaja perkotaan.

Sebagai respons tegas, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 yang secara resmi mengklasifikasikan etomidate sebagai narkotika golongan II.

Dengan klasifikasi tersebut, Suyudi menuturkan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan etomidate kini dapat dilakukan secara lebih keras dan memberikan efek jera, sejalan dengan prinsip nol toleransi yang diterapkan Singapura.

Audiensi strategis dengan CNB Singapura dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral menghadapi ancaman peredaran gelap narkoba lintas negara.

Kepala BNN RI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur CNB Singapura Sebastian Tan beserta jajaran atas sambutan hangatnya.

Kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya hubungan persaudaraan dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Singapura dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Di sisi lain, audiensi juga menyoroti isu keamanan perbatasan laut, khususnya di Selat Malaka dan Selat Singapura. Modus penyelundupan narkoba melalui ship-to-ship transfer di perairan perbatasan (OPL) serta melalui jalur feri penumpang dengan metode body strapping masih menjadi tantangan serius yang memerlukan pengawasan terintegrasi dan koordinasi erat kedua negara.

Dalam upaya pencegahan, Indonesia mengedepankan pendekatan lembut melalui Program ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak).

BNN RI menilai Singapura memiliki berbagai praktik terbaik dalam pendidikan preventif dan berharap dapat melakukan pertukaran pengalaman, khususnya terkait pengembangan kurikulum pencegahan narkoba yang efektif.

Lebih lanjut, BNN RI mengusulkan penguatan kerja sama dalam aspek investigasi finansial, mengingat posisi Singapura sebagai pusat keuangan global.

Kolaborasi dalam pelacakan aset (asset tracing) dan penanganan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dinilai menjadi kunci utama untuk memiskinkan bandar narkoba dan memutus rantai kejahatan terorganisir.

Untuk itu, Suyudi menekankan pentingnya pertukaran intelijen secara real-time dan presisi, terutama terkait pergerakan daftar pencarian orang (DPO) lintas negara.

BNN menegaskan komitmen penuh untuk menjadi mitra strategis CNB Singapura dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan ASEAN dari ancaman narkoba.

Baca juga: BNN tegaskan penguatan pengawasan pintu masuk negara secara terpadu

Baca juga: BNN tegaskan berantas narkotika di perbatasan lewat operasi terpadu

Baca juga: BNN: Narkotika upaya sistematis lemahkan dan membodohi generasi bangsa

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |